CKPN Adalah: Ketentuan dan Perhitungan Terbaru

CKPN adalah istilah yang penting diketahui. Dalam dunia keuangan seseorang perlu mengetahui banyak hal, yang berkatan di dalamnya. Namun tentunya saja semua aspek tersebut tidak semuanya diketahui oleh masyarakat. Mengingat ada lebih banyak objek bahasan, yang masih cukup awam bagi sebagian orang.

Ada beberapa pembahasan yang perlu Anda ketahui dalam ruang lingkup keuangan maupun akuntansi. Salah satunya adalah CKPN yang pasti belum banyak masyarakat ketahui. Maka dari itu pastikan Anda memahaminya melalui informasi di bawah ini.

Pada dasarnya CKPN adalah salah satu aspek penting yang wajib diketahui oleh masyarakat. Dalam hal ini CKPN memiliki beberapa peran penting, yang pastinya perlu Anda pahami. Mengingat konsep tersebut sangat penting dalam keuangan, khususnya perbankan.

Adanya perkembangan dalam standar keuangan serta akuntansi, mau tidak mau masyarakat perlu mengikuti tuntutannya. Dalam hal pemerintah membuat efesiensi laporan perbankan lainnya menggunakan CKPN.

Pada dasarnya CKPN adalah kemudahan dalam kebutuhan penyajian laporan keuangan, yang  komprehensif serta akurat. Sehingga dari sini dapat menjadi cerminan pada kinerja perbankan secara keseluruhan.

Namun dalam mempelajar CKPN faktanya tidak sesederhana hal tersebut. Dalam hal ini Anda perlu menggali lebih dalam terkait CKPN secara menyeluruh. Sehingga pastikan Anda melihat penjelasan di bawah ini untuk memahami CKPN secara lengkap.

Cari Jasa Keuangan? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

CKPN Adalah

CKPN Adalah

Sumber foto : Cnbcindonesia.com

Sampai sekarang CKPN adalah salah satu pembahasan yang cukup asing bagi sebagian besar masyarakat. Hal ini cukup wajar mengingat tidak banyak masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi berhubungan dengan CKPN tersebut.

CKPN adalah salah satu bagian dari sistem ekonomi serta akuntansi khususnya dalam ranah perbankan. Hal ini menjadi salah satu bagian terpenting, yang tentunya perlu diketahui. Namun sebelum itu pastikan Anda memahami definisnya lebih dulu.

Singkatan CKPN adalah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai

CKPN adalah kepanjangan dari Cadangan Kerugian Penurunan Nilai. Hal ini merupakan salah satu konsep dalam bidang keuangan yang erat kaitannya pada sistem akuntansi serta perbankan. Khususnya bagi perusahaan tentu Anda perlu mengetahuinya secar amendalam.

Pengertian CKPN adalah hal yang tidak akan jauh-jauh dari konteks perbankan khusunya pada aktivitas pengelolaan aset finansial dari perusahaan. Nantinya CKPN tersebut akan mengacu kepada sejumlah dana yang tersedia oleh entitas maupun lembaga keuangan lainnya.

Baca Juga : Costing Adalah Kalkulasi Biaya, Ini Penjelasannya!

Pada dasarnya CKPN adalah komponen yang berfungsi cukup penting dalam kelancaran aktivitas keuangan perusahaan. Hal ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai alat penutup kerugian sebagai akibat dari penurunan asetnya.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan perusahaan dapat menurunkan asetnya seperti pinjaman. Dimana  pada dasarnya pinjaman twersebut tidak dapat Anda bayarkan secara menyeluruh. Sehingga CKPN adalah sebuah langkah mitigasi terhadap semua risiko.

Kredit tentunya juga menjadi salah satu aktivitas cukup wajar dalam pelaksanaan bisnis. namun tidak jarang kredit dapat menjadi salah satu penyebab dari munculnya berbagai risiko, yang berdampai buruk bagi perusahaan.

Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya perlu memiliki mitigasi terhadap semua risiko kredit. Sehingga hal ini mampu memastikan perusahaan dapat kembali berjalan secara lebih stabil.

Kemudian melalui peraturan OJK juga dijelaskan bahwa CKPN adalah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai termasuk penyisihan, yang terbentuk ketika nilai tercatat aset keuangan ketika sudah terjadi penurunan nilai yang kurang dari nilai awal yang tercatat.

Fungsi CKPN

Dari penjelasan diatas Anda sudah mengetahui definisi CKPN secara menyeluruh. Sejauh ini banyak pebisnis serta perusahaan menganggap pencadangan atau CKPN adalah salah satu hal yang memberikan dampak buruk serta merugikan bagi perusahaan.

Pada dasarnya merujuk dari definisi diatas CKPN adalah langkah perlindungan serta pencegahan. Meskipun memiliki beberapa sisi risikonya tentu masih ada banyak sekali manfaat, yang dapat Anda pahami secara mendalam.

CKPN biasanya selalu diimbangi atau diawali dengan kredit bermasalah. Tentunya kredit bermasalah yang tidak segera diselesaikan akan memberikan dampak buruk bagi kondisi keuangan perusahaan. Sehingga untuk mencegah risiko kredit tersebut dapat melalui CKPN.

Beberapa fungsi penting yang bisa Anda ketahui dari aktivitas CKPN adalah:

  1. Menjaga supaya alur kredit tidak menjadi masalah di masa depan untuk aktivitas bisnis serta keuangan
  2. Dapat menjadi sebuah usaha positif dalam menjaga alur kredit sehingga tidak menyebabkan gangguan pada beberapa kinerja ekonomi lainnya
  3. Mampu memberikan dampak baik berupa terciptanya sentimen positif bagi kredit tahunan
  4. Melindungi laba serta modal yang dimiliki oleh perusahaan
  5. Mengurangi terjadinya risiko kredit yang memberikan dampak buruk bagi masyarakat
  6. Mematuhi persyaratan serta regulasi pelaksanaan ekonomi, yang secara langsung diatur oleh OJK dan negara
  7. Semakin meningkatkan akuntabilitas serta transparansi dalam menjalankan keuangan perusahaan

Cari Jasa Keuangan? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Ketentuan CKPN

Ketentuan CKPN

Sumber foto : Jazirah.id

Indonesia merupakan negara hukum, yang hampir semua aktivitas masyarakat diatur dalam ketentuan formal secara mengikat. Tentunya dalam hal ini tidak anda lihat hanya dari sistem hukum konvensionalnya saja.

Bidang keuangan menjadi salah satu aspek kehidupan, yang tidak luput dari perhatian pemerintah. Dalam hal ini dapat Anda lihat dari banyaknya aktivitas keuangan, yang memiliki aturan hukum secara ketat.

Bank Indonesia secara khusus menerbitkan aturan terkait penilaian kepad akualitas aset, yang diikuti dengan restrukturisasai pembiayaan. Didalamnya juga terdapat pembahasan mengenai CKPN adalah salah satu bagian terpenting dalam pelaksanaannya.

Baca Juga : Jasa Pembuatan Laporan Keuangan Berpengalaman | Tips Memilih

Ketentuan tentang CKPN adalah aturan OJK dalam Penyisihan Penghapusan Aset serta CKPN Bab V. Hal ini disebutkan bahwa cadangan umum perlu dilakukan minimal 1% dari aset produktif, yang mempunyai kualitas lancar. Sedangkan akan dikecualikan pada bentuk:

  1. Fasilitas kredit belum ditarik dalam kategori transaksi rekening administratif.
  2. SUN, SBI serta penempatan dana lain di wilayah Bank Indonesia serta Pemerintah.
  3. Masuk dalam bagian aset produktif, yang terjamin melalui agunan tunai.

Sedangkan dalam CKPN juga terdapat cadangan khusus, yang ditetapkan dengan nilai-nilai sebagai berikut:

  1. 5% dari aset berdasarkan kualitas pada perhatian khusus jika sudah dikurangi nilai agunan.
  2. 15% dari aset berdasarkan kualitas kurang lancar ketika sudah dikurangi nilai agunan.
  3. 100% dari aset berdasarkan kualitas macet dan telah dikurangi nilai agunan.

Dalam hal ini ketentuan CKPN juga meliputi beberapa faktor terkait lainnya. hal tersebut seperti penilaian aset, alokasi serta pemantauan. Dalam aspek lain perlu adanya evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan proses CKPN tersebut

Melalui laman Bank Indonesia juga dijelaskan bahwa nilai tarif serta ketentuan CKPN serta instrumen keuangan lainnya cenderung mengalami perubahan. Sehingga dalam hal ini akan ada kemungkinan terjadinya perubahan setiap tahunnya, yang perlu Anda ketahui.

Perhitungan CKPN

Perhitungan CKPN dapat dilakukan oleh bank untuk menghindari berbagai kerugian dari kredit bermasalah. Tentunya proses CKPN adalah salah satu cara dalam menebalkan laba bersih dalam akhir tahun.

Perkuatan cadangan keuangan dapat dilakukan sebagia upaya terbaik dalam mengantisipasi kerugian, yang hadir dari relaksanasai restrukturisasi kredit. Di samping itu trend pencadangan juga perlu diikuti dengan perhitungan secara menyluurh.

Pada dasarnya perhitungan pada CKPN adalah hal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dalam hal ini pihaknya bekerja sama dengan Economic Capital, yang menjadi bagian dari instansi pengukuran risiko kredit dalam bidang perekonomian.

Secara umum tidak ada standar atau metode perhitungan yang bagi dari aktivitas CKPN tersebut. sehingga dari sini setiap bank memiliki kewajiban dalam menentukan sendiri metode perhitungan yang akan digunakan.

Sehingga dari sini tidak menutup kemungkinan setiap bank memiliki metode kolektif tersebut. dalam hal ini semuanya akan digunakan dalam proses perhitungan CKPN secara menyeluruh.

Perhitungan CKPN secara mandiri tetap membutuhkan sistem yang baik dan benar. Dalam hal ini perlu adanya sistem terbaik, untuk memudahan proses perhitungan CKPN. Sehingga akan mengurangi beberapa risiko yang ada.

Dari sini anda dapat memahami bahwa perhitungan CKPN dapat melalui beberapa metode. Berdasarkan PSAK 71 tahun 2020 dijelaskan beberapa aturan untuk perhitungan CKPN. Contohnya ketika Bank AB membuat skenario makroekonomi serta probability kejadian ECL 12 bulan, yaitu:

Upside : pertumbuhan ekonomi 5,3%

Baseline : pertumbuhan ekoomi 5%

Downside : pertumbuhan ekonomi 4,8%

Untuk exposure at default bisa menggunakan rumus EAD. Dalam hal ini EAD adalah Outstanding + (UGD x sisa plafon).

Sehingga dari data tersebut dapat dilihat bahwa nilai outstandingnya adalah Rp. 200 juta. Sedangkan utnuk UGD memakai beban irisko dari OJK, yaitu perusahaan dengan nilai rating A+  adalah 50%. Sedangkan untuk sisa plafornnya adalah Rp. 800 juga.

Dari sini dapat Anda lihat bahwa nilai EAD adalah Rp. 600 juta (Rp. 200 juta + 50% x Rp. 800 juta). Sehingga dari sini bank baru bisa melakukan perhitungan besaran CKPN dengan melihat pertumbuhan ekonomi serta probabilitas skenario.

Cari Jasa Keuangan? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Contoh CKPN

Contoh CKPN

Sumber foto : Trenasia.com

Contoh dari CKPN adalah berbagai kebijakan ekonomi bank setiap tahunnya. Namun contoh dari CKPN tersebut sangat terlihat jelas setelah adanya program restrukturisasi setelah pandemi Covid-19.

Restrukturisasi tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya, untuk mengantisipasi buruknya ekonomi masyarakat setelah pandemi. Dalam hal ini dapatdilihat dari trend pencadangan pada tahun 2022. Disamping itu perseroan juga menjaga kondisi covergae yang lebih tinggi.

Coverage pencadangan dijaga dalam tingkatan 160% kepada nilai kredit atau non performing loan. Selanjutnya untuk mengantisipasi terjadinya risiko NPL maka dilakukan strategi sof landing. Dari sini BTN berhasil menjaga standar NPLnya pada 3,3%.

Selanjutnya kita ambil contoh dari Bank Mandiri, yang berhasil mencatat biaya provinsi mencapai 17,50%. Sehingga dari sini juga menjadikan NPL turun sebesar 93 bps atau 1,88%. Selain itu masih ada banyak sekali contoh CKPN yang dilakukan beberapa bank lainnya.

Tips Memilih Jasa Keuangan

Dalam melakukan berbagai aktivitas keuangan baik akuntansi maupun perbankan bagi sebuah perusahaan tentu membutuhkan pengalaman mendalam. Hal ini mengidentifikasikan betapa rumitnya persoalan keuangan jika tidak diselesaikan oleh orang yang berpengalaman.

Melihat dari kompleksnya permasalahan keuangan membuat Anda membutuhkan bantuan dari tenaga terpercaya. Dalam hal ini baik orang pribadi atau perusahaan dapat menggunakan bantuan dari jasa keuangan. Sehingga semua aktivitas keuangan Anda dapat berjalan lancar.

Secara umum jasa keuangan juga dapat disebut sebagai konsultan keuangan. Pihaknya merupakan tenaga profesional, yang memiliki tanggungjawab serta keahlian dalam hal penyelesaian persoalan keuangan clientnya. Sehingga menjadi jasa tepat untuk kebutuhan ini.

Baca Juga : Jasa Accounting Service Terbaik | Tips Memilih

Jasa keuangan memiliki banyak peran penting bagi masyarakat. Salah satunya adalah mempermudah berbagai aktivitas serta penyelenggaraan keuangan secara maksimal. Sehingga pastikan Anda menggunakan jasa keuangan dengan menerapkan tips di bawah ini:

1. Mengenali Kebutuhan

Tips pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengenali kebutuhan pemakaian lebih dahulu. hal ini dapat Anda lihat dari kebutuhan atau permasalahan keuangan, yang Anda miliki. Sehingga nantinya dalam pemilihan Anda dapat menyesuaikan berdasarkan kebutuhan.

Setiap orang dan perusahaan tentu  memiliki kebutuhan pemakaian secara berbeda-beda. Dalam hal ini penting untuk masyarakat mengetahui kebutuhan tersebut agar dapat memilih layanan, yang sesuai pada jenis permasalahan Anda.

2. Menetapkan Tujuan

Langkah selanjutnya yang perlu masyarakat lakukan adalah menetapkan tujuan. Dalam hal ini silahkan anda menetapkan tujuan dalam pemakaian jasa keuangan tersebut. Tentunya hal tersebut juga dapat berupa tujuan finansial, yang ingin anda capai dari pemakaian jasanya.

Opsi kali ini tentunya akan sangat penting bagi anda dalam pemakaian jasa keuangan terlebih jika baru pertama kali. Hal tersebut akan membantu jasa keuangan dalam memahami serta mengenali tujuan, yang ingin Anda capai sehingga dapat membantu secara maksimal.

3. Izin Praktik dan Sertifikasi

Pastikan Anda juga mencari tau informasi formal terkait jasa keuangan tersebut. sebagai penyedia jasa profesional tentu pihaknya memiliki berkas pendukung profesinya. Hal ini perlu Anda pertimbangkan dalam tips memilih jasa keuangan terbaik.

Pertama pastikan untuk melihat izin praktik serta sertifkasi yang dimilikinya. Izin praktik akan membuktikan legalitas jasa yang dimiliki oleh tenaga keuangan profesional. Sedangkan untuk sertifikasi akan menjadi petunjuk profesionalita yang dimiliki oleh jasa tersebut.

4. Biaya

Dalam pemakaian layanan jasa apapun jenis dan bidangnya pasti biaya selalu menjadi pertiambangan yang penting. Setiap jasa memiliki patokan tarifnya masing-masing, tentunya dari sini dapat menjadi kesempatan Anda menentukan layanan terbaik dengan biaya sesuai.

Pastikan Anda memilih layanan, yang memiliki biaya sesuai budget atau anggaran masing-masing. selain mempermudah pemilihan dari sini proses penyelesaian Anda juga bisa selesai secara lancar. Sehingga tidak ada masalah lain, yang mengganggu kelancaran prosesnya.

5. Pengalaman

Salah satu opsi penting lain yang tidak boleh Anda lewatkan adalah melihat pengalaman dari penyedia jasa keuangan tersebut. dalam hal ini pastikan Anda melihat pengalaman serta keahlian jasa konsultan keuangan melalui track recordnya.

Melihat track record dari penyedia jasa akan membantu Anda dalam memastikan pengalaman serta keahlian yang dimilikinya. Tentunya hal ini dapat Anda lihat dari websitenya, media sosial maupun mencari tau informasi melalui client sebelumnya.

Cari Jasa Keuangan? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas Anda dapat memahami bahwa CKPN adalah salah satu hal penting dalam sistem keuangan. Khususnya dalam cakupan perbankan, yang tentunya perlu Anda pahami secara mendalam.

Konsep CKPN tersebut juga perlu diketahui secara mendalam oleh masyarakat baik individu maupun perusahaan secara mendalam. Mengingat saat ini hampir semua aktivitas manusia juga selalu berkaitan dengan sistem perekonomian.

Pada dasarnya CKPN adalah salah satu pembahasan yang cukup awam bagi sebagian besar orang. Hal ini menjadi alasan kenapa banyak orang nantinya akan kesulitan jika menyelesaikan seorang diri.

Penyelesaian CKPN membutuhkan pemahaman mendalam dalam bidang tersebut. sehingga dari sini pastikan untuk memakai layanan terbaik dari jasa keuangan Proconsult.id. Melalui Proconsult.id nantinya Anda akan memperoleh banyak sekali kemudahan di dalamnya.

Layanan jasa keuangan dari Proconsult.id tentunya dapat menjadi solusi terbaik dari semua permasalahan keuangan Anda. Sampai sekarang sudah banyak masyarakat yang mempercayakan semua kebutuhannya bersama Proconsult.id sekarang giliran Anda!