Pajak Coffee Shop, Tarif dan Cara Menghitung

Sudah tahu aturan pajak coffee shop? Jika belum, yuk pelajari disini. Saat ini usaha coffee shop sedang  marak di Indonesia. Maka dari itu bagi Anda yang termasuk pelaku usaha bisnis coffee shop tentunya perlu mengetahui ketentuan terkait pajaknya. Sehingga nantinya Anda dapat melaksanakan kewajiban perpajakan secara baik dan benar.

Proconsult

Pajak menjadi salah satu aspek penting, yang harus diketahui oleh masyarakat. Terutama pelaku usaha yang notabene melakukan aktivitas perekonomian tertentu. Dari sini bisnis coffee shop menjadi salah satu sector perpajakan, yang harus diketahui masyarakat.

Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Umumnya belum banyak pelaku usaha yang mengetahui tentang pajak coffee shop secara lengkap. Padahal hal tersebut menjadi salah satu informasi penting bagi pelaku usaha. Maka dari itu silahkan untuk mengetahui penjelasan pajak coffee shop di bawah ini:

Apa Itu Pajak Coffee Shop

Apa Itu Pajak Coffee Shop

Sumber foto : Coffeebeancompany.co.uk

Jaman sekarang pasti semua orang sudah tidak asing dengan coffee shop. Bisnis ini tengah marak di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan hampir setiap saat bisnis tersebut ramai dikunjungi oleh para pengunjung.

Rata-rata bisnis coffee shop ini juga memiliki prospek yang sangat menguntungkan. Selain itu bisnis kali ini juga bergerak dalam bidang F&B atau Food and Beverages populer. Bahkan menjadi salah satu kategori bisnis yang paling banyak diminati oleh masyarakat.

Coffee shop atau yang sering disebut sebagai kedai kopi ini menjadi salah satu objek pajak yang harus dipatuhi semua kewajiban pajaknya oleh pemilik usaha. Mengingat coffee shop menjadi salah satu jenis usaha yang tidak pernah sepi peminatnya.

Kepopuleran bisnis coffee shop ini mulai meningkat sejak pandemic Covid-19. Semenjak pandemic mulai bermunculan bisnis coffee shop sebagai hasil dari para pekerja, yang di PHK karena pandemi tersebut.

Saat ini jumlah coffee shop di seluruh Indonesia juga cukup banyak. Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal terkait pajak coffee shop tersebut. Namun sebelum itu pastikan Anda mengetahui definisi dari pajak coffee shop.

Pajak coffee shop adalah jenis pajak, yang wajib dibayarkan oleh para pelaku kedai kopi di seluruh Indonesia. Dalam hal ini ada beberapa kategori pajak, yang tentunya harus diketahui oleh masyarakat khususnya pelaku usaha.

Sehingga dari sini dapat diketahui pengertian pajak coffee shop adalah salah satu jenis pajak yang mengingat para pelaku usaha coffee shop untuk membayarkan pajaknya.

Baca Juga : Berapa Pajak Jasa Katering? Simak Disini

Umumnya setiap bisnis pasti harus dilaksanakan sesuai dengn ketentuan yang ada. Bukan hanya aturan bisnis namun juga hukum yang berlaku. Salah satunya adalah ketentuan pajak, yang menjadi salah satu hal penting bagi semua pelaku usaha.

Pembayaran pajak menjadi salah satu kewajiban, yang harus dilaksanakan oleh pelaku usaha di Indonesia. Hal ini dibutuhkan dalam membantu pendapatan negara agar meningkat. Mengingat nantinya pajak juga akan digunakan dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.

Pajak adalah salah satu sumber dari pendapatan negara di Indonesia. Bahkan pajak juga menjadi salah satu aspek penting, yang ada dalam sebuah negara. Tentunya jika pendapatan negaranya stabil, maka kesehatan bisnis di Indonesia juga semakin stabil.

Pada dasarnya pembayaran pajak juga memberikan banyak manfaat bagi para pelaku usaha sendiri. Sehingga dengan pembayaran pajak menyediakan dampak positif bagi bisnis di Indonesia. Maka dari itu pajak menjadi salah satu hal penting yang harus diketahui.

Jika melihat dari ketentuan pajak maka perlu Anda ketahui ranah perpajakan dari coffee shop. Sebagai usaha yang bergerak dalam bidang F&B jenis pajak ini masuk dalam perhitungan restoran. Sehingga nantinya ada pajak restoran, yang tentunya perlu Anda bayarkan.

Selain pajak restoran ada beberapa pajak lain, yang tetunya menjadi satu kesatuan dari kewajiban pajak masyarakat, Sehingga setidaknya ada beberapa jenis pajak, yang nantinya harus dibayar oleh pelaku usaha coffee shop.

Dasar Hukum

Proconsult

Setiap ketentuan atau pungutan pajak di Indonesia tentu memiliki standar hukumnya masing-masing. Dalam hal ini disebut sebagai dasar hukum pajak coffee shop yang harus diketahui oleh semua pihak. Bukan hanya wajib pajak namun juga pihak lain, yang berkaitan dengan perpajakan.

Pada dasarnya dasar hukum pajak tersebut menjadi acuan bagi semua pihak, yang ingin melaksanakan kewajiban pajak tersebut. Dari sini Anda perlu mengetahuinya agar bisa melaksanakan aktivitas tersebut secara baik dan benar.

Tentunya dasar hukum pajak hadir untuk memberikan kemudahan bagi semua pihak. Sehingga akan tercipta estándar sama bagi semua pihak, untuk menjalankan aktivitas perpajakan. Hal sama juga berlaku dalam ketentuan pajak coffee shop yang masuk kategori pajak restoran, yaitu:

Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

1. Pajak Coffee Shop diatur dalam UU No. 28 Tahun 2009

Hal ini mengatur mengenai pajak daerah serta restribusi daerah. Sehingga bisa dilihat bahwa pajak restoran merupakan pajak, yang dikenakna kepada pelayanan restoran, warung, kantin, catering, coffee shop dan kafetaria. Dalam hal ini besaran pajaknya adalah 10%.

Karena menjadi kebijakan daera maka besaran tarif tersebut bisa berbeda-beda disetiap daerahnya. Sehingga Anda perlu mengetahui sendiri pajak di daerah masing-masing dalam melakukan perhitungan.

2. PP Tahun 2016 mengenai KUP dan Tata Cara Pajak Daerah

Hal ini menjadi dasar dari pengenaan pajak untuk pungutan pajak restoran. Dalam ketentuan tersebut juga dijelaskan lebih lanjut mengenai pembayaran yang bisa diterima oleh wajib pajak.

Tarif

Tarif Pajak Coffee Shop

Sumber foto : Pajakku.com

Setelah mengetahui banyak hal terkait ajak definisi dari pajak coffee shop Anda dapat memahami penting membayar pajak ini. Bahkan hal ini juga sebenarnya juga mencakup sector pajak lain, yang masuk dalam bidang F&B.

Umumnya pajak hiburan, hotel serta restoran menjadi pajak berdasarkan pada jasa pelayanan. Dimana hal ini bisa disediakan oleh restoran atau ranah bisnis lain yang dimanfaatkan dan dipungut oleh pemerintah dari daerah masing-masing.

Namun sebelum membahas lebih jauh Anda perlu mengetahui tentang tarif dari pajak coffee shop lebih dulu. Maka dari itu berikut adalah jenis dari pajak coffee shop beserta dengan tarifnya, yaitu:

1. Pajak Restoran

Coffee shop juga wajib membayar pajak restoran berkaitan dengan aktivitas usahanya. Hal ini menjadi salah satu jenis pajak pertama, yang perlu dibayarkan oleh wjib pajak. Pajak restoran ini adalah jenis paajk berdasarkan pelayanan, yang diberikan oleh coffee shop terebut.

Pada dasarnya jenis pajak ini akan masuk dalam pendapatan daerah. Sedangkan untuk besaran dari PB1 umumnya akan ditentukan oleh pemerintah daerahnya masing-masing. Sedangkan untuk nominal maksimal dari pajak ini adalah 10% atas harga bayar konsumen.

Selanjutnya pemilik dari usaha coffee shop juga akan membebankan layanan service charge senilai 5-10%. Dalam hal ini Anda bisa saja memilih untuk membebankan biaya tersebut atau tidak. Sehingga pilihan ini ada di tangan pemilik usaha coffe shop sendiri.

Umumnya untuk jenis pajak kali ini sering disalah artikan oleh para konsumen. Konsumen sering menggap pembebanan biaa tersebt sebagai PPN. Padahal hal ini adalah pajak restoran serta service charge dari pelayanan tersebut.

Baca Juga : Berapa Pajak iPhone 11 di Indonesia? Ini Jawabannya

2. PPN

Jenis pajak kedua adalah PPN atau Pajak Pertambahan Nilai, yang wajib dibayarkan oleh para pemilik usaha coffee shop. Umumnya selain memperoleh penghasilan atas penjualan minuman dan makanan ada jenis pendapatan lain, yang didapatkan oleh pemilk usaha.

Dalam hal ini pemilik kedai kopi juga memperoleh pendapatan dari menyewarkan peralatan dan lokasi. Maka dair itu tempat coffe shop dibuat sebagi lokasi yang aesthetic dan menarik. Umumnya adabeberapa konsumen, yang menyewa lokasi sebagai tempat gathering dan sejenisnya.

Coffee shop menjadi tempat usaha yang menarik dan aesthetic. Biasanya pada perayaan tertentu tempat ini sering dipilih untuk melaksanakan acara reunían, rapat serta ulang tahun. Sehingga pemilik bisnis dapat mengenakan pajak PPN kepada konsumen.

Nantinya pelaku usaha dapat memungut jenis pajak PPN kepada konsumen senilai 11%.  Selanjutnya atas pembebanan tarif PPN tersebut pemilik usaha dapat melaporkannya kepadakas negara. Hal ini juga diatur dalam UU Tahun 2021 No. 7 mengenai Harmonisasi Pajak.

3. PPH

Selain harus membayar pajak restoran, service charge, PPN pelaku bisnic coffee shop juga harus membayar pajak PPH. Hal ini merupakan pajak penghasilan, yang wajib dibayarkan oleh pelaku usaha berkaitan dengan penghasilan yang telah diterimanya.

Pada dasarnya berkaitan dengan aktivitas UMKM, maka pemerintah menyediakan banyak sekali kemudahan bagi pelaku usaha dalam ranah perpajakan. Salah satunya dengan pillihan para UMKM untuk memiluh jenis pajak PPHnya.

Dalam hal ini pemilik usaha UMKM tersebut dapat memilih untuk memakai tarif PPH Fial seniai 0,5% dari omsetnya. Namun syaratnya adalah nilai omset tersebut kurang dari Rp. 4,8 milyar dalam satu tahunnya.

Dalam hal ini pemakaian fasilitas dari PPH Final senilai 0,5% juga hanya bersifat sementara. Sehingga ada beberapa kategori dan persyaratan dalam penentuan tarif tersebut.

UMKM perorangan nantinya dapat menikmati fasilitas tarif PPH Final senilai 0,5% tersebut maksimal selama 7 tahun. Sedangkan bagi pelaku UMKM dalam bentuk badan berbentuk koperasi, firma dan CV maksimal pemanfaatan layanannya adalah 4 tahun.

Lalu bagi para pelaku usaha UMKM dalam bentuk PT (PErseroan Terbatas) maksimal pemanfaatan layanannya adalah 3 tahun. Sehingga setelah jangka waktu pemakaian PPH final tersebut berakhir,  maka pelaku usaha bisa memakai tarif umum dari ketentuan PPh.

Dalam hal ini tarif pajak yang berlaku untuk wajib pajak perorangan bersifat progresif. Nantinya tarif tersebut akan disesuaikan Kembali dengan penghasilan kena pajak dan tidak berdasarkan pada peredarannya.

Dalam hal ini ada beberapa ketentuan tarif dari pajak PPH 21 berdasarkan UU HPP terbaru, yaitu:

  1. Penghasilan mulai 0 sampai Rp. 50 juta memiliki yarif 5%.
  2. Penghasilan lebih dari Rp. 50 juta sampai Rp, 250 juta memiliki tarif senilai 15%.
  3. Penghasilan lebih dari Rp. 250 juta sampai Rp. 500 juta memiliki tarif senilai 25%.
  4. Penghasilan lebih dari Rp. 500 juta sampai Rp. 5 milyar memiliki tarif senilai 30%.
  5. Penghasilan lebih dari Rp. 5 milyar memiliki tarif senilai 35%.

Cara Menghitung

Proconsult

Pada dasarnya system pajak di Indonesia menganut prinsip Self Assesstmen pajak. Sehingga dari sini bisa Anda simpulkan bahwa semua pembayaran, pelaporan sampai dengan perhitungan pajak harus dilakukan sendiri oleh wajib pajak.

Pada dasarnya proses perhitungan pajak juga menjadi salah satu hal merepotkan bagi wajib pajak. Terutama bagi wajib pajak, yang memiliki kesibukan cukup padat. Sehingga tidak jarang banyak wajib pajak yang merasa kesulitan untuk melaksanakan perhitungan tersebut.

Bagi pelaku usaha coffee shop juga harus melaksanakan perhitungan pajaknya sendiri. Bagi Anda yang belum pernah melakukan perhitungan bisa melihat contohnya disini:

1. Pajak Restoran

Contoh perhitungan dari pajak restoran ketika pembeli membeli satu cangkir kopi dengan tarif Rp. 30.000. beirkutnya membeli makanan senilai Rp. 40.000. Sehingga total belanjaannya adalah Rp. 70.000.

Selain itu dari total belanja tersebut ada pengenaan service charge senilai 5%, uang dibebankan kepada pembeli. Sehingga nilai service chargenya adalah Rp. 3.5000. Sedangkan untuk restoran tersebut juga dikenakan tarif pajak senilai 10%, yaitu Rp. 7.000.

Sehingga dari semua perhitungan charge service, pajak restoran serta menú konsumen perlu membayar senilai rp. 80.500. Dari sini bisa Anda ketahui bahwa pajak restoran ini dibebankan kepada konsumen.

Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

2. PPH

Dalam hal ini pelaku usaha coffee shop juga harus membayar pajak penghasilan atas usahanya. Untuk melihat informasinya secara lengkap silahkan melihat contohnya di bawah ini:

PT X adalah wajib pajak badan dan memiliki kewajiban melaporkan SPT serta PPh. Dalam hal ini PT X adalah pelaku usaha coffee shop franchise. Berikut perhitungan pajaknya:

= 25% x Rp. 2,5 milyar = Rp. 625 juta

Berikutnya berkaitan dengan usaha sewa alat kopi coffee shop bisa dikenakan tarif penghasilan pajak pasal 23. Sehingga dalam hal ini Pt X perlu membayar PPH pasal 23 terutang dengan cara sebagai berikut:

= 2% x Rp. 50 juta = Rp. 1 juta

Sedangkan untuk pemanfaatan dari barang kena pajak tidak berwujud maka perusahaan bisa dikenakan pajak PP pasal 2 serta PPn. Oleh sebab itu nantinya PPh 26 terutang tersebut wajib dilaporkan dan dipotong PT X dalam SPT PPh 23/26 dengan tarif sebagai berikut:

= 20% x (Rp. 5 milyar x 10%) = Rp. 100 juta

Sebaliknya untuk perhitungan PPN terutang dalam SPT PPN Masa sebagai pajak masukan bersifat bisa dikreditkan. Sehingga pajak pajak Perusahaan dari PPN tersebut adalah :

= 10% x (Rp. 5 milyar x 10%) = Rp. 50 juta

Tips Memilih Jasa Konsultan Pajak

Tips Memilih Jasa Konsultan Pajak

Sumber foto : Konsultanku.co.id

Perhitungan pajak restoran menjadi salah satu aspek cukup menyulitkan bagi wajib pajak. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan jasa konsultan pajak, untuk membantu perhitungan perpajakan. Sehingga Anda dapat menjalankan aktivitas pajak secara lebih mudah.

Baca Juga : Pajak Proyek Berapa Persen? Ini Jawabannya

Pemakaian jasa konsultan pajak memang menjadi kebutuhan praktis bagi semua orang. Dalam hal ini Anda juga perlu mengetahui tips pemilihan jasa konsultan pajak terlebih dahulu. Sehingga nantinya Anda bisa memilih jasa terbaik dan berkualitas. Berikut adalah tipsnya:

Proconsult

  1. Menggunakan jasa dengan kredensial terjamin melaui sertifikat konsultan pajak.
  2. Memilih jasa dengan izin praktik resmi.
  3. Memperhatikan pengalaman dan profesionalitas.
  4. Melihat tarif konsultan pajak.
  5. Memperhatikan track record konsultan pajak.

Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas dapat diketahui bahwa pajak coffee shop menjadi salah satu jenis pajak, yang dikenakan kepada pelaku usaha coffee shop dengan kategori tertentu. Meski masih menjadi ketentuan baru, namun hal ini disesuaikan dengan kondisi perekonomian di masyarakat.

Saat ini usaha coffee shop Tengah menjamur di berbagai lokasi di Indonesia.  Hal tersebut juga sejalan dengan budaya ngopi masyarakat, yang semakin meningkat. Sehingga sudah pasti penghasilan dari para pemilik usaha coffee shop cukup besar.

Namun umumnya para pelaku usaha coffee shop ini adalah orang dengan usia mulai dari 20 an. Di Tengah usia muda tersebut sering kali seseorang tidak memiliki banyak waktu, untuk mengurus kewajiban pajaknya. Sehingga tidak jarang kewajiban pajak tidak dilakukan.

Bagi Anda pelaku usaha coffee shop yang merasa kesulitan mengurus permasalahan pajaknya bisa menggunakan jasa konsultan pajak. Dalam hal ini silahkan menggunakan jasa terpercaya dari Proconsult.id yang siap membantu Anda menyelesaikan semua persoalan pajak.

Proconsult.id menjadi pilihan terbiak, yang menjadi pilihan wajib pajak sejak dulu. Selain memiliki tenaga professional tentunya tarif yang ditawarkan juga terjangkau. Maka dari itu tunggu apa lagi silahkan menggunakan jasa profesional terpercaya dari Proconsult.id.

Proconsult