Indikasi SPT Pajak Tidak Benar

Indikasi SPT Pajak Tidak Benar

SPT Pajak tidak benar merupakan tindakan ketidakpatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya dalam hal perpajakan.

Apa saja hal-hal ketidakpatuhan wajib pajak antara lain sbb:

a) Wajib Pajak tidak melaporkan omset yang sebenarnya dengan cara:

    • Melaporkan penghasilan sebagai utang;
    • Menurunkan harga jual dari yang sebenarnya;
    • Tidak melaporkan kuantitas penjualan yang sebenarnya;
    • Penjualan off-balance sheet;
    • Tidak melaporkan pembelian sehingga Harga Pokok Penjualan (HPP) dan omset lebih rendah dari yang seharusnya.

b) Wajib Pajak membebankan biaya yang tidak seharusnya dengan cara:

  • Membuat bukti potong dengan NPWP 000 (tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya);
  • Pembebanan jasa antar perusahaan afiliasi;
  • Pencadangan yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan;
  • Pembebanan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan sehubungan dengan biaya-biaya yang berhubungan dalam rangka Mendapatkan, Menagih, dan Memelihara (3M) penghasilan;
  • Wajib Pajak mengkreditkan Pajak Masukan atau membebankan biaya yang tidak sesuai dengan transaksi yang sebenarnya.

c) Modus ketidakpatuhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

  • Melaporkan penjualan lokal sebagai ekspor;
  • Penggunaan data Faktur Pajak dengan pembeli tidak ber-NPWP;
  • Turut serta atau melakukan kegiatan dengan pihak lain yang diduga telah melakukan transaksi yang tidak sebenarnya dan tidak sesuai dengan mekanisme pengkreditan Pajak Masukan.

d) Wajib Pajak yang melakukan perencanaan pajak agresif (aggressive tax planning), antara lain:

  • Memiliki rasio pinjaman terhadap modal (Debt to Equity Ratio/DER) di atas 4:1;
  • Memiliki Controlled Foreign Company (CFC);
  • Terdapat indikasi risiko transfer pricing

e) Penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (treaty abuse)

f) Wajib Pajak tidak melaporkan nilai pengalihan harta yang sebenarnya dalam rangka likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, dan pengambilalihan usaha, atau

g) Wajib Pajak tidak melaporkan nilai perolehan atau nilai penjualan yang sebenarnya dalam hal terjadi tukar-menukar harta.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai “Indikasi SPT Pajak Tidak Benar” dapat Anda lihat pada video berikut ini.