Mengenal SPT Pajak Perorangan

SURAT Pemberitahuan Tahunan (SPT) adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak (WP) untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak, dan atau bukan objek pajak, dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Apa fungsi SPT?

1. SPT merupakan sarana bagi WP untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang.
2. Melaporkan tentang pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.
3. Melaporkan penghasilan yang merupakan objek pajak dan atau bukan objek pajak.
4. Melaporkan harta dan kewajiban.
5. Melaporkan pemotongan atau pemungutan pajak orang atau badan lain dalam 1 Masa Pajak.

Ada beberapa jenis SPT Pajak untuk WP pribadi yang perlu Anda ketahui.

Ada tiga jenis SPT Pajak untuk WP pribadi, yakni SPT 1770, SPT 1770S, dan SPT 1770SS. Jangan sampai salah dalam proses pelaporan pajak.

SPT 1770

SPT 1770 ini terdiri dari empat lembar, yaitu 1 lembar SPT induk dan lampiran 1770-I, 1770-II, 1770-III, dan 1770-IV. SPT ini digunakan bagi Anda yang masuk dalam kategori berikut ini.

Memiliki penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas yang menyelenggarakan pembukuan atau Norma Perhitungan Penghasilan Netto.
Memiliki penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja.
Memiliki penghasilan yang dikenakan pajak bersifat final atau Pajak Penghasilan Final.
Memiliki penghasilan lain seperti hadiah, sewa, penjualan, atau warisan.
Karyawan yang juga memiliki usaha alias karyawan sekaligus pengusaha perorangan.

SPT 1770S

SPT 1770S terdiri dari 1 lembar SPT induk dan 2 lembar lampiran SPT, yaitu SPT 1770 S-I dan 1770 S-II. Jenis SPT ini untuk Anda yang masuk dalam kategori berikut ini:

Karyawan atau pensiunan dari satu atau lebih perusahaan.
Memiliki penghasilan lain dari dalam negeri, seperti royalti, hadiah, sewa, dan atau penjualan aset.
Memiliki penghasilan yang dikenakan pajak final seperti bunga deposito, tabungan, penjualan saham di Bursa Efek, dan atau pemilikan hak tanah dan bangunan.
Karyawan dengan penghasilan setahun mencapai Rp 60 juta atau lebih besar dari Rp 60 juta.

SPT 1770SS

Dari semua jenis SPT, ini yang paling sederhana dan hanya terdiri dari satu halaman. SPT 1770SS hanya mencakup informasi penghasilan dan utang dalam setahun tanpa ada rincian.

SPT ini digunakan bagi pekerja yang memiliki penghasilan kurang dari Rp 60 juta setahun dan hanya bekerja untuk satu perusahaan.

Sejatinya, kelompok penghasilan di bawah Rp 60 juta tidak lagi wajib melaporkan SPT tetapi disarankan tetap melapor. Kenapa? Karena dari SPT itu dapat dipastikan bahwa pendapatannya masih masuk kriteria PTKP.