Perencanaan Pajak dengan Biaya Sewa Gedung

perencanaan pajak dengan biaya sewa gedung

Pajak atas sewa bangunan merupakan pajak yang dikenakan atas kegiatan jasa persewaan ruangan yang termasuk dalam jasa persewaan barang tidak bergerak. Biaya sewa adalah kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada suatu pihak atas jasa pihak bersangkutan, yang telah meminjamkan aktiva untuk kepentingan perusahaan. Atas kegiatan persewaan ini, pihak penyewa akan mengajukan batas pembayaran untuk periode satu tahun.

Bagi bisnis yang baru berkembang, biaya sewa ruang usaha bisa menjadi komponen biaya terbesar. Padahal, kebanyakan pelaku usaha rintisan ini berbasis teknologi digital yang tidak setiap saat memerlukan ruangan kantor secara fisik. Apalagi, modal yang dimiliki perusahaan juga terbatas. Ini merupakan salah satu penyebab munculnya kantor virtual di kota-kota besar. Untuk dapat mengetahui perhitungan pajak sewa gedung, cukup mudah jika Anda mengikuti langkah-langkah berikut ini.

PT. A memiliki omset 52M dan penghasilan kena Pajaknya sebesar 5 Miliar

TANPA BIAYA SEWA GEDUNG

Hitung brp PPh terutangnya ?

PPh Badan yang terutang :
= 25% x 5Miliar
= 1,25 Miliar

DENGAN BIAYA SEWA GEDUNG SEBESAR 1Miliar, PENGHASILAN KENA PAJAK – MENJADI 4MILIAR

Hitung PPh Terutangnya ?

PPh 4 ayat 2 yang terutang :

= 10% x 1Miliar
= 100jt

PPh Badan yang terutang
PPh Badan yang terutang :
= 25% x 4 Miliar (5 Miliar – 1 Miliar biaya sewa gedung)
= 1 Miliar

Penghematan Pajak
= 1,25Miliar – 1Miliar – 100jt
= 150 juta

Untuk lebih jelasnya mengenai contoh mengenai perencanaan pajak dengan biaya sewa gedung dapat Anda saksikan melalui channel youtube.