Perbedaan PPH dan PPN yang Wajib Diketahui

Ada beberapa perbedaan PPH dan PPN yang penting diketahui disini. PPH dan PPN adalah 2 objek pajak yang biasa dikenakan kepada masyarakat. Meski berkaitan tentang pajak, kedua objek ini memiliki banyak perbedaan yang penting diketahui.

Proconsult

Sebelum membahas lebih jauh tentang perbedaan PPH dan PPN, Anda perlu menggali informasi lengkap tentang apa itu PPH dan apa itu PPN di bawah ini.

Bingung Perbedaan PPH dan PPN? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Apa Itu PPH

Apa Itu PPH

Sumber foto : Radarbogor.id

Jika Anda membahas tentang pajak tentu sudah tidak asing dengan istilah PPH. Hal ini menjadi salah satu bentuk kewajiban, yang umum bagi wajib pajak. Sehingga semua wajib pajak perlu memahaminya secara baik.

Dalam hal ini PPH menjadi salah satu bentuk pungutan, yang diberlakukan kepada wajib pajak. Namun saat ini masih ada beberapa wajib pajak, yang belum mengenal PPH secara baik. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan dan faktor.

Wajib pajak pemula otomatis belum mengenal bidang perpajakan secara mendalam. Sehingga sangat wajar jika pihaknya memiliki informasi terbatas di bidang ini. Sebaliknya wajib pajak lama bisa saja tidak mengenalnya karena keterbatasan informasi.

Sebagai wajib pajak Anda perlu mengenal istilah konsultan pajak secara lengkap. Dalam hal iuni PPH adalah Pajak Penghasilan, yang merupakan pungutan pajak kepada semua nilai tambah atas kemampuan ekonomis seseorang wajib pajak.

Sehingga dari sini Anda dapat mengetahui pengertian PPH adalah pungutan pajak, yang dikenakan kepada badan atau orang pribadi. Pengenaan tersebut akan didasarkan pada pendapatan, yang diterimanya pada satu tahun pajak.

Baca Juga : Perbedaan PPN Masukan dan PPN Keluaran

Namun sebelum itu perlu Anda ketahui bentuk penghasilan, yang dibebankan pada pungutan PPh. Ada beberapa penghasilan, yang nantinya dapat menjadi dasar pungutan PPH, yaitu:

  1. Keuntungan usaha
  2. Gaji
  3. Honorarium
  4. Hadiah
  5. Dll

Sedangkan untuk PPH sendiri menjadi salah satu objek pajak, yang memiliki berbagai bentuk. Ada banyak sekali jenis pungutan PPh yang bisa dikenakan kepada masyarakat. dalam hal ini berikut adalah beberpaa jenis PPh, yang bisa Anda ketahui, yaitu:

  • PPh pasal 15
  • PPh pasal 19
  • PPh pasal 21
  • PPh pasal 22
  • PPh pasal 23
  • PPh pasal 24
  • PPh pasal 25
  • PPh pasal 26
  • PPh pasal 29
  • PPh final pasal 4 ayat 2
  • Dll

Pada dasarnya pengenaan PPh di Indonesia dikenakan terbatasa pada wajib pajak badan atau perusahaan. Namun melihat dari progressnya saat ini perorangan juga dapat dikenakan pungutan PPh perorangan. Sehingga semua wajib pajak dapat dikenakan pungutan.

Apa Itu PPN

Proconsult

Selain PPh ada salah satu objek pajak, yang dikenakan kepada masyarakat Indonesia. Hal tersebut adalah PPn, yang tentunya perlu Anda ketahui secara lengkap. PPN adalah salah satu jenis pungutan pajak, yang perlu diketahui oleh masyarakat.

PPN termasuk salah satu istilah pajak, yang erat kaitannya pada aktivitas sehari-hari. Sehingga bukan hanya wajib pajak, namun semua orang bisa berkaitan pada objek pajak satu ini. bahkan PPN sering kali dijumpai dalam berbagai aktivitas manusia.

Pada dasarnya PPn menjadi salah satu komponen, yang erat kaitannya pada aktivitas manusia. Namun secara tidak sadar masyarakat bisa berkaitan dengan PPn kali ini. lantas apakah penjelasan tentang PPn itu?

Umumnya PPN adalah salah satu jenis pajak, yang ditunjukkan kepada aktivitas penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak. sehingga bisa Anda ketahui bahwa PPN adalah pungutan, yang ditujukan kepada JKP atau BKP.

Sehingga secara sederhana Anda dapat mengetahui pengertian PPN sebagai Pajak Pertambahan Nilai, yang ditujukan kepada nilai tambah dari jasa kena pajak atau barang kena pajak. Pungutannya biasanya akan dilakukan ketika ada aktivitas penyerahan dan transaksi.

Secara umum Pajak Pertambahan Nilai menjadi salah satu jenis pajak, yang dapat dipungut oleh perorangan. Sehingga disini wajib pajak orang pribadi, pemerintah serta badan, atau status PKP dapat melakuykan pungutan PPn terkait aktivitas penyerahan JKP dan BKP.

Pada dasarnya PPN adalah objek pajak, yang bersifat objektif namun tidak kumulatif. Hal ini termasuk pajak tidak langsung sehingga beberapa pihak, yang  melakukan pembayaran tidak wajib menyetor langsung kepada negara.

Dalam praktisnya wajib pajak dapat membayarkan langsung lewat pihak, yang memiliki wewenang pemungutan atau pemotongan PPN. Selanjutnya untuk subjek PPN adalah Pengusaha Kena Pajak atau PKP serta non PKP.

Ada beberapa perbedaaan, yang ditekankan pada subjek pajak PPN kali ini. jika wajib pajak sebagai PKP, maka perlu memungut PPN. Sedangkan jika wajib pajak bukan PKP (Non PKP) maka pihaknya tidak bisa melakukan pemungutan pajak pertambahan nilai.

Selanjutnya untuk golongan Non PKP jika melaksanakan aktivitas berupa transaksi jasa atau barang, maka terkena PPN namun tidak dapat melakukan kredit pajak masukan.

Bingung Perbedaan PPH dan PPN? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Perbedaan PPH dan PPN

Perbedaan PPH dan PPN

Sumber foto : Flazztax.com

Sebagai dua bentuk umum pungutan pajak di Indonesia PPn dan PPh masih terasa sangat membingungkan. Bagi beberapa pihak terutama wajib pajak masih sulit menemukan perbedaan PPH dan PPN.

Tidak jarang wajib pajak menganggapnya sebagai dua hal yang tidak berbeda sama sekali. Maka dari itu perlu adanya pengetahuan tambahan, untuk membantu Anda mengetahui perbedaannya secara menyeluruh.

Sebagai wajib pajak Anda pasti mengenal PPN sebagai Pajak Pertambahan Nilai. Sedangkan PPH sebaai Pajak Penghasilan dan terbatas pada informasi tersebut. Meski bukan informasi asing di tengah masyarakat namun ada beberapa hal penting lainnya.

Baca Juga : Perbedaan Pajak dengan Pungutan Resmi Lainnya

Secara garis besar terdapat perbedaan PPH dan PPN. Berikut adalah informasi lengkap perbedaan PPH dan PPN untuk Anda, yaitu:

1. Perbedaan PPH dan PPN dari Objek Pajaknya

Perbedaan PPH dan PPN pertama terdapat objek pajak yang dikenakan kepada PPn dan PPh. Dalam hal ini PPn akan dikenakan kepada semua proses produksi serta distribusi. Sebaliknya PPh dikenakan kepada semua penghasilan yang dihasilkan oleh wajib pajak.

2. Pembebanan Pajak

Opsi kedua perbedaan PPH dan PPN dapat Anda lihat dari pembebanan pungutan pajak. dalam hal ini PPn akan dibebankan kepad konsumen akhir. Sehingga punguttan pajaknya tidak akan dikenakan kepada perusahaan, yang berstatus  produsen.

Selanjutnya adalah pembebanan PPh, yang dikenakan langsung pada pihak, yang memperoleh penghasilan. Sehingga jika Anda menerima penghasilan sebagai upah kerja, yang sudah memenuhi batas minimal pungutan akan dikenakan pajak PPh.

3. Jenis Pajaknya

Perbedaan PPH dan PPN selanjutnya Anda juga dapat melihat dari jenis pajaknya. Dalam hal ini untuk PPn sendiri terdiri atas Pajak masukan serta Pajak keluaran. Sebaliknya untuk PPh terdiri dari banyak jenis, yang sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya.

4. Tarif Potongan

Berbicara soal tarif potongan maka keduanya akan memiliki tarif berbeda. sedangkan untuk pengenaan tarif setiap tahunnya pastinya juga tidak sama. Sehingga untuk melihat patokan tarif tersebut Anda perlu update informasi setiap tahunnya.

Meski demikian bisa Anda ketahui bahwa untuk tarif PPn terbaru ada dalam UU HPP. Sedangkan pada pengenaan PPH tarifnya akan berdasarkan pada jenis Pphnya. Diatas Anda sudah melihat beberapa jenis PPH, yang mana setiap jenis tersebut memiliki tarif berbeda.

Contoh PPH dan PPN

Proconsult

Pada dasarnya semua masyarakat dan wajib pajak perlu mengenal PPN dan PPh secara mendalam. Hal tersebut dapat Anda lakukan untuk memastikan pelaksanaan pajak berjalan secara baik.

Umumnya Anda juga perlu mengenal contoh dari PPh dan PPN. Dari sini Anda dapat memperoleh pemahaman secara mendalan terkait aktivitas perpajakan. Berikut adalah contoh PPh dan PPn, yang bisa Anda ketahui:

1. Contoh PPN

Ada beberapa barang yang dikenakan pajak PPN. Tentunya dalam penjelasan sebelumnya Anda sudah mengetahui bahwa PPN adalah pungutan, yang ditekankan kepada barang atau jasa kena pajak. Sehingga dari sini Anda bisa mendapatkan gambaran kasarnya.

Umumnya Anda akan terkena pajak PPN ketika membeli suatu barang kena pajak. Namun secara umum ketika Anda membeli makanan di restoran atau rumah makan, juga bisa terkena pungutan PPN, yang sudah termasuk dalam tarif pembelian tersebut.

Berikut adalah beberapa contoh PPN, yaitu:

  • Membeli pakaian
  • Membeli tas
  • Membeli sepatu
  • Membeli barang elektronik
  • Membeli barang otomotif
  • Memberi perkakas
  • Menggunakan jasa wifi
  • Menggunakan jasa telepon

2. Contoh PPH

Selanjutnya adalah contoh dari pungutan pajak PPh.  Sebenarnya ada banyak sekali contoh PPH, yang bisa Anda ketahui. Tentunya hal ini tidak terlepas dari jenis PPH yang ada di masyarakat sangat banyak.

Namun secara umum Anda dapat melihat contoh dari PPH dari pungutan pajak, yang perlu Anda bayarkan ketika mendapatkan gaji. Contohnya jika gaji Anda dalam satu tahun lebih dari PTKP, maka Anda perlu membayar pajak PPh.

Bingung Perbedaan PPH dan PPN? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Tips Memilih Jasa Konsultan Pajak

Tips Memilih Jasa Konsultan Pajak

Sumber foto : Cekindo.com

Perpajakan menjadi salah satu sektor yang membutuhkan pemahaman dalam penyelesaiannya. Dalam hal ini Anda tidak bisa menyelesaikan semua masalah pajak secara mandiri. Pasti ada beberapa risiko yang bisa hadir karena kurangnya pemahaman.

Maka dari itu masyarakat saat ini bisa menggunakan jasa konsultan pajak. Pihaknya akan membantu Anda dalam menyelesaikan semua masalah perpajakan secara lancar. Sehingga Anda juga tidak akan kewalahan menyelesaian masalah pajak seorang diri.

Pastinya sebagai warga negara yang baik membayar pajak menjadi kewajiban penting. Disini Anda perlu menyelesaikannya secara menyeluruh, agar terhindar dari banyaknya risiko perpajakan. Namun karena kesibukan masyarakat sulit melaksanakan kewajiban ini.

Bagi Anda yang kesulitan menyelesaikan permasalahan pajak bisa mempercayakan semuanya kepada jasa konsultan pajak. Disini Anda akan mendapatkan banyak sekali kemudahan dalam upaya kepatuhan pajak tersebut.

Baca Juga : Perbedaan Pemotongan dan Pemungutan Pajak

Saat ini ada jasa profesional, yang dapat membantu Anda menyelesaikan masalah pajak. jasa tersebut adalah konsultan pajak, yang mempunyai kapasitas terbaik dalam bidang perpajakan. Namun sebelum menggunakannya perhatikan tips pemilihannya di bawah ini:

1. Memiliki Izin Praktik

Tips pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilih jasa konsultan pajak, yang sudah berizin praktik. Hal ini merupakan salah satu langkah penting, yang perlu Anda lakukan. Mengingat izin praktik adalah syarat utama seseorang menjadi jasa konsultan pajak.

Sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa konsultan pajak termasuk jasa profesional di Indonesia. Pihaknya merupakan tenaga pajak resmi, yang diakui oleh pemerintah. Sehingga DJP memberikan izin praktik, untuk membuktikan legalitasnya dalam bekerja.

2. Riwayat Pengalaman

Berikutnya silahkan Anda memperhatikan riwayat pengalaman, yang dimiliki oleh konsultan pajak. Dalam hal ini pastikan Anda jeli melihat sepak terjangnya sebagai konsultan pajak. Dari sini Anda dapat mengetahui bagaimana kemampuannya dalam menangani client.

Konsultan pajak adalah tenaga profesional, yang perlu Anda pastikan dari berbagai aspek. Ada banyak sekali jasa konsultan pajak, yang bisa Anda gunakan. Selain itu untuk memastikan pengalamannya Anda perlu melihat portofolio client sebelumnya.

3. Dapat Jadi Partner

Proconsult

Setiap jasa konsultan pajak yang ada di masyarakat pasti memiliki perbedaan atau kelebihan masing-masing. hal ini menjadi salah satu acuan penting, yang perlu Anda lakukan dalam memilih konsultan pajak.

Pastikan Anda memilih layanan yang memiliki kredibilitas serta transparan dalam berbagai aktivitas. Jangan lupa Anda menggunakan layanan profesional yang mampu menjadi seorang partner. Sehingga pihaknya akan dapat bekerjasama secara baik dengan clientnya.

4. Menyesuaikan Budget

Biaya menjadi salah satu faktor penting, yang perlu Anda terapkan dalam pemilihan jasa profesional. Pastinya hal tersebut juga berlaku dalam pemilihan konsultan pajak yang memiliki variasi tarif antara jasa satu dengan lainnya.

Faktanya variasi tarif tersebut dapat Anda lakukan untuk memilih jasa profesional terbaik. Dimana jasa tersebut nantinya juga akan memiliki tarif yang tidak memberatkan Anda sebagai clientnya.

5. Track Record

Jangan lupa untuk memastikan kembali kualitas serta legalitas konsultan pajak dari track recordnya. Tentunya Anda sebagai client pasti ingin mendapatkan jasa profesional yang memiliki pengalamandan terpercaya.

Namun untuk memastikan pemilihan tersebut pastikan untuk melihat track recordnya lebih dulu. Anda dapat mencari informasi melalui media sosial, website perusahaan maupun bertanya pada client sebelumnya. Hal ini akan memudahkan Anda dalam mendapatkan info.

Bingung Perbedaan PPH dan PPN? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Kesimpulan

Jika melihat pada penjelasan diatas maka Anda dapat mengetahui perbedaan PPN dan PPH sama-sama objek pajak. Dalam hal ini dua pungutan tersebut menjadi bentuk kewajiban pajak yang perlu dibayarkan oleh masyarakat sebagai wajib pajak.

Wajib pajak di Indonesia secara umum dibedakan menjadi menjadi dua, yaitu wajib pajak badan dan wajib pajak pribadi. Sehingga akan ada pembayaran berbeda yang perlu diketahui oleh masyarakat sebagai wajib pajak.

Dalam hal ini PPH adalah pajak penghasilan yang dikenakan terkait kemampuan ekonomis seseorang wajib pajak. Sedangkan untuk PPn merupakan pajak pertambahan nilai, yang berkaitan pada jenis pungutan pajak, yang nantinya akan disetorkan kepada negara.

Dalam pelaksanaan proses perpajakan di tengah masyarakat tidak jarang menemukan kesulitan. Hal tersebut pastinya wajar mengingat bidang pajak menjadi salah satu sektor rumit, yang harus ditangani oleh jasa profesional.

Seseorang tanpa latar belakang perpajakan pasti merasa kesulitan dalam proses penyelesaiannya. Maka dari itu silahkan Anda menggunakan jasa konsultan pajak terbaik, yang siap membantu semua proses perpajakan dengan baik.

Saat ini Anda bisa mempercayakan semua urusan pajak bersama konsultan pajak di Proconsult.id. Dengan menggunakan jasa profesional ini semua wajib pajak akan mendapatkan banyak sekali kemudahan dalam upaya kepatuhan pajaknya.

Proconsult.id adalah jasa terbaik, yang sudah ada di Indonesia sejak lama. Selama berdiri sampai sekarang sudah banyak sekali client yang merasa puas dengan pelayanan konsultan pajak. Sehingga saat ini giliran Anda untuk menggunakannya.

Proconsult