Informasi contoh PNBP dan masalah pajak lainnya bisa menghubungi Alberth Limandau Alikin, S.H di nomor 081350882882.

Contoh PNBP Adalah sebuah objek yang meliputi berbagai pemanfaatan sumber daya alam. Mulai dari pengelolaan hutan, penerimaan pengelolaan perikanan sampai dengan penerimaan dari penjualan minyak bumi, batu bara dan gas bumi.
Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882
Tentunya berbagai bentuk PNBP di Indonesia dibedakan menjadi beberapa bentuk. Sebagai wajib pajak penting bagi Anda untuk memahami berbagai komponen PNBM tersebut secara mendalam. Oleh sebab itu kami telah merangkum informasinya untuk Anda di bawah ini:
Apa Itu PNBP?
Pengertian PNBP menjadi salah satu kata kunci yang banyak digunakan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak sekali masyarakat, yang belum mengetahui pengertian dari istilah tersebut secara maksimal.
Tentunya dalam bidang perpajakan ada banyak sekali informasi penting yang harus Anda perhatikan. Dalam prosesnya juga ada banyak sekali istilah yang tidak boleh Anda lewatkan. Salah satunya mengenai PNBP sebagai salah satu istilah penting dalam pelaksanaan kegiatan perpajakan.
Lantas apa itu PNBP? Istilah PNBP adalah singkatan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak. sehingga bisa disimpulkan bahwa PNBP merupakan salah satu penerimaan negara layaknya pajak, namun sumbernya tidak berasal dari pajak.
Baca Juga : Jasa Pembuatan Laporan Perpajakan Perusahaan
Secara sederhana bisa diketahui bahwa PNBP sendiri merupakan salah satu sumber pendapatan, yang nantinya akan dimanfaatkan oleh pemerintah. Salah satunya untuk mendorong banyak program pembangunan dan berasal dari luar pajak.
Nantinya PNBP sendiri akan menjadi salah satu komponen penting dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Sementara itu PNBP sendiri juga dapat dijadikan sebagai penopang serta pembiayaan nasional.
Semua komponen tersebut akan mencakup banyak sektor. Mulai dari pendidikan, kesehatan serta infrastruktur. Nantinya PNBP akan menjadi pendukung utama APBN yang bisa dimanfaatkan oleh negara.
Dana-dana PNBP sendiri nantinya akan berasal dari pemanfaatan sumber daya alam, pelayanan public serta pelayanan tambahan sesuai aturan pemerintah. Sementara itu PNBP akan menjadi dana penting, untuk mendorong terlaksananya pembangunan nasional serta mengurangi ketergantungan penerimaan pajak.

Tentunya ada banyak sekali aspek-aspek penting dalam melaksanakan kewajiban PNBP yang bisa Anda ketahui. Namun berikut adalah poin utama PNBP untuk mengurangi ketergantungan pada penerimaan pajak, yaitu:
- PNBP menjadi pungutan, yang merupakan tanggung jawab orang pribadi maupun badan dalam memberikannya.
- Mempunyai peran langsung serta tidak langsung.
- PNBP dapat diberikan terhadap layanan atau pemanfaatan sumber daya hingga hak.
- PNBP dilakukan berdasarkan ketentuan Undang-Undang.
- PNBP merupakan penerimaan pemerintah pusat dari luar penerimaan pajak serta hibah.
- PNBP wajib dilakukan pengelolaan menggunakan mekanisme APBN.
Pemerintah melakukan pembaharuan regulasi yang mengatur tentang PNBP. Hal ini diatur dalam UU Tahun 2018 No. 9 mengenai PNBP dengan perubahan regulasi pada PMK Tahun 2023 No. 58.
Pastinya aturan ini merupakan langkah bagi pemerintah untuk melakukan penguatan terhadap penerimaan negara di luar pajak. termasuk juga untuk melakukan pemanfaatan secara optimal guna mendukung pemasukan anggaran nasional yang kredibel.
Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882
Contoh PNBP Adalah
Sebagai salah satu sumber pendapatan negara tentunya penting bagi Anda mengetahui apa saja bentuk dan contoh-contohnya. PNBP ini sesuai penjelasan diatas bisa diperoleh selain dari hibah maupun pajak.
Sementara itu PNBP ini akan dipungut serta dibayarkan oleh perorangan maupun badan, yang mendapatkan manfaatkan langsung atau tidak langsung dari layanan tersebut. tentunya objek PNBP ini meliputi keseluruhan aktivitas maupun benda, yang bersumber dari penerimaan negara di luar pajak maupun hibah.
Dalam hal ini objek pajak meliputi berbagai aktivitas ekonomi. Berikut adalah contoh PNBP dan penjelasannya:
1. Sumber Daya Alam
Salah satu contoh PNBP yang pertama adalah berasal dari pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA). Hal ini merupakan sumber objek utama PNBP mengingat Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya akan hasil Sumber Daya Alamnya.
Beberapa contoh Sumber Daya Alam yang bisa dimanfaatkan sebagai contoh PNBP adalah minyak dan gas bumi, batu bara, pertambangan mineral, kehutanan, panas bumi dan perikanan. Termasuk juga untuk mengelola hasil pemanfaatan SDA lainnya.
Dalam hal ini pengelolaan hasil SDA dilakukan lewat BUMN maupun pemerintah terkait lain. Sedangkan PNBP dari sektor kali ini bisa berasal dari sewa, royalty maupun bagi hasil eksploitasi SDA.
Berikut adalah contoh konkret PNBP yang berasal dari pemanfaatan SDA, yaitu:
- Royalty gas bumi dan minyak yang telah dibayarkan oleh perusahaan migas kepada negara.
- Pendapatan yang didapatkan dari penambangan mineral serta Batubara.
- Pendapatan dari pemanfaatan hasil hutan seperti produk kehutanan maupun kayu.
- PNBP yang berasal dari sektor perikanan. Contohnya seperti izin penangkapan ikan maupun pengelolaan sumber daya laut.
Untuk saat ini PNBP yang berasal dari upaya pemanfaatan Sumber Daya Alam masih menjadi kontributor utama bagi pendapatan negara selain pajak. Hal ini disebabkan karena nilai ekonominya yang cukup besar.
2. Pelayanan Publik
Sementara itu contoh PNBP selanjutnya adalah berasal dari pelayanan publik. Hal ini menjelaskan bahwa PNBP juga dapat dipungut dari layanan, yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.
Tentunya layanan yang dimaksud dapat berupa perizinan, administrative serta jasa public lainnya. Berikut adalah contoh PNBP dari sektor pelayanan public seperti:
- Biaya pengurusan SIM.
- Biaya pembuatan maupun perpanjangan paspor.
- Biaya administrasi serta perpanjangan dokumen kependudukan.
- Biaya pelayanan pendidikan di sekolah negeri serta kesehatan yang difasilitasi pemerintah.
- Pendapatan yang berasal dari penjualan hasil Lelang barang sitaan aktivitas tindak pidana korupsi.
Untuk kategori PNBP dari pelayanan public ini menjadi pendapatan, yang masih cukup stabil sampai sekarang. Alasannya karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat secara umum.
Baca Juga : Tarif Jasa Pembuatan Laporan Keuangan Terbaru
3. Pengelolaan Kekayaan Negara Dipisahkan
Sementara itu untuk contoh pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan ini merupakan pendapatan negara, yang berasal dari pengelolaan kekayaan negara tidak langsung masuk ke APBN. Melainkan prosesnya nanti akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah.
Berikut adalah kelompok PNBP untuk kategori ini:
- Dividen yang didapatkan pemerintah berasal dari laba bersih BUMN setelah dikenakan pajak.
- Royalty serta pendapatan lain dari penyertaan modal negara.
- Pendapatan yang berasal dari penjualan hasil produksi BUMN maupun BUMD.
Pendapatan ini sangatlah penting mengingat sebagai sumber dana, yang nantinya dapat dimanfaatkan langsung oleh pemerintah. Dimana meskipun dimanfaatkan tidak perlu mengurangi anggaran negara secara langsung.
4. Pengelolaan Barang Milik Negara
Selanjutnya adalah barang milik negara yang tidak dimanfaatkan secara langsung untuk penyelenggaraan pemerintah. Hal ini bisa dimanfaatkan serta dikelola guna menghasilkan pendapatan yang masuk kategori PNBP.
Berikut adalah contoh konkret PNBP dari pengelolaan barang milik negara:
- Persewaan rumah negara maupun satuan rumah susun.
- Penyewaan tanah maupun bangunan milik negara.
- Penjualan barang milik negara yang tidak digunakan lagi.
- Jasa pemanfaatan barang milik negara lain.
Nantinya pengelolaan barang milik negara sebagai salah satu pendapatan ini akan membantu optimalisasi aset negara. Termasuk juga untuk menambah penerimaan negara.
5. Pengelolaan Dana
Nantinya PNBP juga dapat negara dapatkan dari pengelolaan dana pemerintah. Contohnya seperti bunga deposito, jasa giro serta Nisbah terhadap pengelolaan rekening di pemerintah. Berikut adalah contoh-contohnya:
- Pendapatan bunga dari simpanan pemerintah di bank.
- Jasa giro atas dana pemerintah yang dikelola pada rekening khusus.
Untuk kategori ini meskipun jumlahnya kecil namun tetap memberikan kontribusi langsung bagi negara. Selain kelima contoh PNBP diatas masih ada PNBP yang berasal dari hak negara lain serta sanksi yang juga memiliki peran penting dalam menambah jumlah pendapatan negara.
Cara Membayar PNBP

Proses pembayaran PNBP bisa Anda lakukan dengan metode tunai maupun non tunai. Contohnya melalui kanal pembayaran seperti bank persepsi, kantor pos, internet banking, ATM maupun mobile banking.
Anda juga dapat melakukan pembayaran lewat gerai retail seperti Alfamart maupun Indomaret. Nantinya untuk melakukan pembayaran hal pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan code billing, yang didapatkan dari instansi terkait.
Berikut adalah tahapan umum proses pembayaran PNBP yang bisa Anda ikuti:
- Pertama silahkan memperoleh kode billing lebih dahulu dari instalasi, yang melakukan pengelolaan PNBP.
- Jika sudah silahkan memilih kanal pembayaran yang tersedia.
- Lanjut lakukan pembayaran lewat kanal yang bisa Anda pilih.
- Setelah pembayaran selesai pastikan untuk menyimpan bukti pembayaran sebagai bukti bayar yang sah.
Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882
Tips Memilih Jasa Konsultan Pajak Online
Kompleksnya urusan perpajakan di setiap negara tidak jarang membuat banyak masyarakat mengalami kebingungan. Mengingat tidak semua masyarakat memiliki latar belakang perpajakan yang juga sering mengalami pergantian.
Penting untuk diketahui bahwa hampir setiap tahun aturan pajak di Indonesia mengalami pergantian. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan mengingat situasi ekonomi terus mengalami perkembangan. Oleh sebab itu agar penerimaan negara tetap optimal aturan-aturan pajak yang ada perlu dikaji ulang agar tetap sesuai dengan kondisi di masyarakat.
Tentunya setiap bidang mempunyai karakteristiknya masing-masing. Begitu pula dengan pelaksanaan perpajakan untuk kategori PNBP. Hal ini merupakan salah satu penerimaan negara, yang faktanya tidak berasal dari pungutan pajak maupun hibah.
Secara umum PBNP sendiri berasal dari pemanfaatan berbagai sumber daya yang sudah dijelaskan diatas. Namun penting juga untuk melakukan pengelolaan serta pengawasan PNBP secara optimal.
Baca Juga : Biaya Jasa Pembuatan Laporan Pajak Terbaru
Pelaksanaan kewajiban PBNP sendiri berbeda dari perpajakan secara umum. Maka dari itu tidak heran jika banyak sekali masyarakat yang mengalami kebingungan dalam pelaksanaannya.
Disinilah peran penting dari seorang konsultan pajak akan Anda butuhkan nantinya. Jasa konsultan pajak sebagai tenaga profesional dalam bidang perpajakan akan mengambil peran vital disini.
Pemilihan jasa konsultan pajak secara tepat akan berdampak pada pelaksanaan aktivitas perpajakan secara optimal. Begitu juga untuk membantu pelaksanaan PNBP secara efektif aman serta sesuai dengan aturan perpajakan di Indonesia.
Berikut adalah tips penting untuk memilih jasa konsultan pajak online secara tepat. Khususnya untuk membantu Anda melaksanakan kewajiban PNBP dengan baik.
1. Perhatikan Sertifikat dan Izin Prakteknya
Sebenarnya ada banyak sekali tips-tips penting dalam memilih jasa konsultan pajak yang tidak boleh Anda lewatkan. Dalam hal ini bagi Anda yang membutuhkan jasa konsultan pajak untuk pelaksanaan kewajiban PNBP juga demikian.
Pertama pastikan untuk menggunakan tenaga profesional pajak, yang mempunyai sertifikasi resmi. Tentunya sertifikasi tersebut adalah dokumen resmi dan terukur serta diberikan langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak.
Sementara itu pastikan juga layanan serta jasa konsultan pajak terdaftar dalam sistem informasi konsultan pajak. hal ini biasanya disebut sebagai SIKOP yang merupakan salah satu unsur utama dalam pemilihan konsultan pajak.
Selain itu izin praktik sendiri juga akan memberikan jaminan bahwa konsultan pajak merupakan seseorang, yang berkompeten di bidangnya. Hal tersebut juga memastikan tenaga konsultan pajak legal dalam memberikan jasa perpajakan sesuai aturan yang ada.
2. Dapatkan Konsultan Pajak dengan Pengalaman serta Spesialisasi PNBP
Hal yang tidak kalah penting selanjutnya dalam pemilihan konsultan pajak adalah memperhatikan pengalamannya. Dalam hal ini silahkan memilih konsultan pajak yang mempunyai pengalaman relevan. Khususnya dalam penanganan PNBP sebelumnya.
Sebagai catatan pelaksanaan PNBP sendiri mempunyai karakteristik khusus, yang tentunya berbeda dari pajak biasa. Oleh sebab itu pengalaman serta pemahamannya secara mendalam mengenai pengelolaan serta pelaporan PNBP sangat dibutuhkan.
Pastikan untuk memperhatikan aspek ini secara tepat. Hal ini bisa memberikan solusi tepat dan sesuai regulasi yang ada.
3. Pastikan Reputasi dan Kredibilitasnya

Jangan lupa sebelum memilih jasa konsultan pajak untuk melakukan riset terlebih dahulu. Riset adalah salah satu cara untuk membantu Anda mengetahui reputasi konsultan pajak lewat testimoni client sebelumnya maupun ulasan online.
Anda juga bisa meminta rekomendasi teman maupun rekan, yang sebelumnya pernah menggunakan jasa konsultan pajak. Tentunya konsultan pajak terbaik dan kredibel akan jauh lebih transparan, profesional serta menjaga data rahasia client secara optimal.
4. Transparansi Biaya serta Struktur Layanan
Penting untuk diketahui bahwa setiap konsultan pajak mempunyai biaya-biaya ketika Anda gunakan. Oleh sebab itu pastikan untuk memilih konsultan pajak dengan biaya transparan dan jelas diawal.
Ketahui juga apakah konsultan pajak bekerja dengan tarif jam kerja maupun per penyelesaian tugas. Hal ini sangatlah penting untuk membantu Anda menghindari dari pengenaan biaya tersembunyi. Langkah ini juga sangat efektif agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
5. Sesuaikan Layanan
Terakhir silahkan untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan PNBP Anda. Nantinya silahkan pastikan bahwa konsultan pajak mampu menyediakan layanan komprehensif mengenai PNBP. Mulai dari perencanaan, pelaporan sampai dengan konsultasi mengenai regulasi serta tarif PNBP.
Pastikan juga untuk memilih layanan sesuai kebutuhan Anda. Dengan pemilihan secara baik hal ini mampu memberikan nilai tambah secara maksimal.
Informasi Kontak Jasa Konsultasi Pajak Online
ALBERTH LIMANDAU ALIKIN, S.H.
NIA : 01. 002683
SK Pengangkatan : 11.2682/SKEP-ADV/PPKHI/VIII/2022
Email : alberthmandau@gmail.com
Whatsapp : 081350882882
Facebook : https://web.facebook.com/alberth.alikin
Instagram : https://www.instagram.com/alberthmandau
Office : Jl. Raya Hulaan No.B1-09, Tlogo Bedah, Menganti, Kec. Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61174 ( https://maps.app.goo.gl/rnH4SSo9kqnqSkwu7 )
Kesimpulan
Secara sederhana bisa disimpulkan bahwa contoh PNBP adalah sebuah penerimaan negara yang asalnya bukan dari pajak serta hibah. Namun berasal dari pungutan terhadap layanan serta pemanfaatan sumber daya. Meski demikian penerimaan PNBP sendiri tetap menjadi hak negara yang harus dimaksimalkan.
PNBP nantinya akan mempunyai peran strategis sebagai sumber pendapatan negara, yang mendukung pembiayaan pembangunan secara nasional. Hal ini juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan fiscal secara menyeluruh.
Dalam prosesnya pelaksanaan kewajiban pembayaran untuk kategori PNBP berbeda dari pajak secara umum. Maka dari itu Anda perlu memiliki keterampilan pajak yang mumpuni agar pelaksanaan pajak berjalan lancar dan tepat.
Di jaman sekarang semua permasalahan perpajakan bisa dilakukan secara mudah. Anda cukup mempercayakan semua urusan perpajakan di tangan jasa konsultan pajak dan segala kewajiban pajak diselesaikan sesuai ketentuan yang ada.
Dalam hal ini tentunya Anda tidak boleh salah dalam memilih tenaga konsultan pajak online. Rekomendasi terbaik saat ini Anda bisa mempercayakan semua urusan pajak kepada jasa konsultan pajak Proconsult.id.
Proconsult.id merupakan perusahaan konsultan pajak profesional, yang bertugas membantu semua kewajiban dan tanggung jawab perpajakan dari WP. Baik itu wajib pajak badan maupun perorangan pastikan mempercayakan urusan perpajakan kepada Proconsult.id.
Proconsult.id adalah konsultan pajak berpengalaman dan resmi, yang menawarkan solusi menarik kepada semua wajib pajak. bagi Anda yang sedang mencari layanan konsultan pajak terbaik jangan ragu untuk menghubungi Proconsult.id sekarang juga!




