Apa Itu Pajak Penjualan Saham? Ini Penjelasannya

Sudah pernah mendengar istilah Pajak Penjualan Saham? Istilah ini merujuk pada pajak yang diterapkan pada saat terjadi penjualan atau pengalihan saham. Jenis pajak ini harus dipahami dengan baik oleh para pelaku bisnis. Untuk lebih jelasnya, hubungi konsultan pajak Jakarta dan instagram @alberthmandau.

Setiap kegiatan bisnis dalam skala besar maupun kecil memang akan berkaitan dengan pajak. Pajak tersebut harus dibayarkan oleh setiap pelaku bisnis sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan dan hukum negara. Termasuk adanya pajak penjualan saham yang berkaitan dengan proses pengalihan saham.

Bingung Soal Pajak? Hubungi Jasa Konsultan Pajak di Nomor Whatsapp : 081350882882

Agar lebih jelas tentang pajak penjualan saham, mari simak saja penjelasannya di sini. Mulai dari pengertian, perhitungan, hingga tarif pajak penjualan saham 2022. Yuk, simak sampai akhir!

Pengertian Pajak Penjualan Saham

Pengertian Pajak Penjualan Saham

Sumber foto : Ortax.org

Pengertian pajak penjualan saham adalah pajak yang diterapkan pada proses pengalihan saham. Pengalihan itu sendiri memang sudah biasa terjadi dalam dunia bisnis. Saham bisa mengalami perpindahan tangan dari satu pihak kepihak yang lain.

Pada intinya pengalihan saham tersebut adalah pemindahan hak atas kepemilikan saham itu sendiri kepada orang atau perusahaan lain. Biasanya istilah yang dipakai untuk kegiatan ini adalah kegiatan jual-beli saham.

Setiap pemilik saham mempunyai hak serta mendapat wewenang untuk mengalihkan saham yang dimiliki kepada pihak lain. Tentunya untuk melakukan pengalihan saham itu ada alasannya, diantaranya:

  • Pemilik saham yang tidak setuju jika ada perubahan pada anggaran dasar.
  • Pemilik saham tidak setuju jika ada penggabungan, peleburan, hingga pengambilalihan atau pemisahan.
  • Terjadi penjaminan kekayaan perseroan yang mempunyai nilai 50% dari kekayaan bersih perseroan itu sendiri.

Jika memang sudah mantap untuk melakukan penjualan saham atau pengalihan saham, maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan. Syarat tersebut dapat dikatakan juga sebagai prosedur pengalihan hak saham.

Baca Juga : Jasa Pengurusan Pajak Perusahaan | Tips Memilih Jasa Pengurusan Pajak

Jadi sebelum melakukan penjualan saham, pemilik saham tersebut harus mengetahui dan memenuhi persyaratan umum agar proses pengalihan bisa lancar. Berikut ini adalah beberapa syarat umum yang harus dipenuhi ketika melakukan penjualan saham.

  • Pemilik saham menawarkan saham terlebih dahulu pada pihak lain yang juga selaku pemilik saham. Penawaran tersebut dilakukan dalam jangka waktu 30 hari yang dihitung dari tanggal penawaran. Jika tidak ada yang membeli, maka bisa melakukan penawaran pada pihak ketiga.
  • Pemilik saham harus mengantongi persetujuan dari organisasi perseroan terlebih dahulu. Baik persetujuan atau penolakan harus diberikan secara tertulis dengan jangka waktu maksimal 90 hari. Apabila sudah melewati batas waktu namun organisasi perseroan tidak member pernyataan tertulis akan hal itu, maka pengalihan saham dianggap telah disetujui.
  • Pemilik saham harus memiliki perizinan atau persetujuan dari instansi yang mempunyai wewenang dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di sini perlu diingat kalau syarat yang sudah disebutkan di atas tidak akan berlaku pada pengalihan saham yang terjadi karena ada masalah hukum, misalnya pemindahan saham karena masalah warisan atau pengalihan saham karena adanya peleburan atau pemisahan.

Dalam pemindahan saham karena warisan, pemilik saham tetap membutuhkan persetujuan dari instansi yang berwenang. Setelah semua syarat tadi sudah terpenuhi maka pemilik saham perlu melakukan prosedur atau mekanisme pemindahan sahamnya. Prosedurnya yaitu:

1. Menyatakan Pengalihan Hak

Pemilik saham perlu dan wajib melakukan pemindahan hak adalah mekanisme pertama yang harus dilalui. Jadi nanti pemilik saham harus membuat akta pemindahan hak yang bisa dilakukan dengan bantuan notaris atau tanpa notaries yang artinya tidak resmi. Akta itu dan salinannya nanti disampaikan secara tertulis kepada pihak perseroan.

2.Mencatat Pemindahan Hak

Untuk prosedur yang kedua, nanti direksi akan melakukan pencatatan pengalihan atau pemindahan hak atas saham yang dijual. Dalam catatan yang dibuat akan tercantum hari dan tanggal terjadinya pengalihan hal agar bisa digunakan untuk pemberitahuan perubahan susunan pemegang saham kepada menteri.

Bingung Soal Pajak? Hubungi Jasa Konsultan Pajak di Nomor Whatsapp : 081350882882

3. Mencatat dalam Daftar PT

Jika sudah membuat catatan atau pemberitahuan perubahan susunan pemegang saham dan menyampaikannya kepada menteri, selanjutnya melakukan pencatatan dalam daftar PT. Ini dilakukan dengan jangka waktu maksimal 30 hari sejak pencatatan pemindahan hak saham diterbitkan.

4. Penolakan dan Penerimaan

Pengajuan yang sudah diajukan atau dilakukan tadi, pihak menteri yang nanti memutuskan apakah memberikan persetujuan atau penolakan. Menteri akan memberikan pernyataan atau pemberitahuan lebih lanjut nantinya.

Jika sudah selesai memenuhi semua prosedur pemindahan hak atas saham yang sudah dimiliki, nanti akan ada penghitungan pajak saham yang perlu dilakukan dan setelah itu membayar sesuai dengan nominal yang sudah ditentukan sesuai aturan dan hukum pajak.

Meski tidak semua transaksi bursa efek dikenakan pajak, namun ada pengenaan pajak khusus untuk penjualan saham dan penghasilan yang berbentuk dividen yang diterima oleh investor. Untuk pembelian saham tidak ada pajak yang dikenakan.  Pajak yang diterapkan pada pengalihan saham ada beberapa macam jenis, mulai dari PPh, PPN, dan biaya lain seperti broker free dan levy. Berikut ini merupakan penjelasan singkatnya:

1. PPh

Pajak Penghasilan atau PPh jika dilihat berdasarkan aturan pajak KMK No. 282/KMK.04/1997 besarnya tarif dari penjualan saham yaitu sebesar 0,1% dari bruto keseluruhan pada nilai transaksi penjualan. Sementara untuk pemilik saham akan mendapatkan tambahan pajak penghasilan yang sifatnya final dengan besar 0,5% dari nilai sehat.

Jika saham belum masuk daftar di bursa efek, tarif pajak penghasilan yang diterapkan yaitu PPh pasal 17 dengan besar pajak 25%, dimana nantinya akan terutang pada akhir masa pajak setelah akumulasi penghasilan lain perusahaan dalam jangka waktu satu tahun pajak.

Nanti akan ada keuntungan yang muncul karena adanya selisih harga nominal saham dengan harga pasar ketika saham tersebut dialihkan.

Bingung Soal Pajak? Hubungi Jasa Konsultan Pajak di Nomor Whatsapp : 081350882882

2. PPN

Pajak penjualan saham yang kedua adalah PPN atau Pajak Pertambahan Nilai. Saham di sini merupakan salah satu barang kena pajak yang masih dipertimbangkan. Oleh karena itu transaksi saham juga dikenakan pajak pertambahan nilai atau PPN serta mengikuti aturan paling baru, dimana tarif PPN dari transaksi saham sebesar 11%.

Dasar pengenaan Pajak Pertambahan Nilai dari transaksi saham sendiri dibagi lagi menjadi 3 jenis dilihat dari besaran transaksi, yakni:

  • Untuk transaksi kurang dari 150 juta rupiah maka biaya belinya sebesar 0,1513% dari nilai transaksi, sementara biaya jual besarannya 0,2513% dari nilai transaksi.
  • Nilai transaksi yang mencapai 150 juta rupiah sampai 1,5 miliar rupiah, biaya belinya 0,1412% dari nilai transaksi, dan untuk biaya jual besarannya 0,2412%.
  • Sementara nilai transaksi sudah lebih dari 1,5 miliar rupiah maka biaya belinya 0,1311% dan biaya jualnya besarannya 0,2311% atas nilai transaksi.

3. Komisi Broker

Selain PPh dan PPN, ada juga pajak penjualan saham lain yaitu komisi broker dan biaya transaksi. Komisi broker di sini adalah biaya yang dibebankan oleh pihak sekuritas pada investor pada saat proses transaksi saham berlangsung. Besaran fee dari setiap sekuritas sendiri beragam, biasanya ada pada kisaran 0,15% sampai 0,25% ada juga yang mulai 0,25% sampai 0,35% dari nilai transaksi saham yang didalamnya sudah termasuk PPN yang kemudian akan ditambah dengan Pph 0,1% untuk transaksi penjualan saham.

Untuk biaya transaksinya sendiri merupakan biaya yang dikenakan setiap ada transaksi jual beli saham dari penggunaan fasilitas transaksi bursa. Besar biaya transaksi tersebut umumnya 0,04% dari nilai transaksi.

Bingung Soal Pajak? Hubungi Jasa Konsultan Pajak di Nomor Whatsapp : 081350882882

Penghitungan Pajak Penjualan Saham

Penghitungan Pajak Penjualan Saham

Sumber foto : Normandielivre.fr

Jika dilihat dari penjelasan sebelumnya, penjualan saham memang dikenakan pajak dan besarannya 11% untuk PPN. Besaran PPN tadi juga diterapkan untuk penjualan saham kepada jasa pialang. PPN pada penjualan saham dengan sektor lain dapat dilihat dari Dasar Pengenaan Pajak atau DPP.

Baca Juga : Jasa Konsultan Pajak Transfer Pricing | Tips Memilih Konsultan Pajak

DPP ini sendiri menggunakan nilai barang sebagai dasar untuk menerapkan atau menentukan pajaknya. Pada penjualan saham DPP yang diterapkan komisi pialang atau biasa disebut dengan broker fee. Sementara PPh dari penjualan saham dikenakan sebesar 0,1% dari bruto nilai transaksi.

Misalnya saja ada Si A yang merupakan pemilik saham dari PT, Makmur Tbk dengan kode saham MKMR sebanyak 15 lot dan harga belinya 1500 rupiah, harga jual 1590 rupiah.

Maka penghitungan transaksi penjualan saham:

  • Transaksi jual = 1500 x 1590 rupiah = 2.385.000 rupiah
  • Komisi broker = 0,10% x 2.385.000 rupiah  = 2385 rupiah
  • PPN = 11% x 2385 rupiah = 262, 35 rupiah
  • PPh = 0,1% x 2.385.000 rupiah = 2385 rupiah

Bingung Soal Pajak? Hubungi Jasa Konsultan Pajak di Nomor Whatsapp : 081350882882

Tarif Pajak Penjualan Saham 2022

Tarif Pajak Penjualan Saham 2022

Sumber foto : Nerdwallet.com

Pada penjualan saham ada tarif pajaknya sendiri yang sudah ditentukan dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Berdasarkan pasal 1 ayat 3 huruf a Peraturan Pajak 14/1997, PPh final atas transaksi penjualan saham diterapkan tanpa merujuk apakah penjualan saham bisa mendapatkan keuntungan atau merugikan. Besar PPh final itu sendiri adalah sebesar 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham itu sendiri.

Penerapan PPh final dilakukan dengan cara memotong dana pelunasan dimana yang boleh melakukan pemotongan adalah penyelenggara bursa efek melalui perantara pedagang efek. Kewajiban perpajakan juga timbul ketika investor mendapat dividen, untuk tarif PPh itu sendiri sebesar 11% mengikuti peraturan pajak yang baru.

Tentunya pajak tersebut harus dibayarkan sesuai prosedur yang berlaku. Selain itu perlu dilakukan penghitungan sebelumnya agar nominal yang dibayarkan tidak salah dan sesuai dengan ketentuan perpajakan.

Baca Juga : Apa Itu Hubungan Istimewa dalam Pajak? Ini Penjelasannya

Agar bisa menghindari terjadinya kesalahan dalam mengurus pajak penjualan saham, ada baiknya untuk menggunakan jasa pakar pajak. Hal ini sangat disarankan karena memang dalam penghitungan pajak sendiri ada ketentuan yang harus diikuti dan diterapkan dengan baik.

Tidak semua pelaku bisnis atau investor yang memahami dengan baik masalah perpajakan itu sendiri. Untuk itu perlu adanya bantuan dari konsultan pajak agar transaksi penjualan saham bisa berjalan dengan lancar tanpa ada masalah yang serius.

Carilah konsultan pajak yang terpercaya agar bisa menangani pajak penjualan saham dengan baik dan sesuai hukum yang berlaku. Ciri-ciri dari konsultan pajak yang berkualitas dan terpercaya itu sendiri antara lain:

1. Memiliki Surat Izin Praktek

Surat ini adalah bukti kalau konsultan pajak yang bertugas sudah diakui kemampuannya oleh pihak DJP atau Direktorat Jenderal Pajak. Surat izin praktek ini merupakan ciri konsultan pajak yang sudah resmi dan disahkan langsung oleh pihak yang berwenang yaitu DJP.

Jika ada konsultan pajak yang sudah memiliki surat ini artinya kantor konsultan pajak tersebut sudah legal. Legalitas ini sangat penting untuk diperhatikan karena dengan adanya hal tersebut kinerja dari pakar pajak itu sendiri tidak perlu diragukan lagi.

Kualitas dari konsultan atau pakar pajak yang sudah legal dapat dikatakan baik dan profesional. Sebab ada banyak tahap untuk bisa mendapatkan surat izin praktek yang diterbitkan langsung oleh pihak DJP. Serangkain tes dan juga pelatihan telah berhasil dilalui dengan baik barulah seorang konsultan pajak bisa mengantongi surat izin praktek tersebut.

2. Sertifikat Konsultan Pajak

Selain itu ada juga dokumen penting lain yang harus dimiliki seorang pakar pajak yaitu sertfikat kompetensi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, menjadi konsultan pajak harus bisa menyelesaikan serangkaian pelatihan dan tes kompetensi yang diadakan oleh DJP.

Nanti setelah semua itu berhasil dilalui dengan baik, pakar pajak terkait akan mendapatkan sertifikasi konsultan pajak. Dokumen tersebut adalah bukti dimana pakar pajak tersebut sudah lulus dan berhasil menguasai dengan baik dunia perpajakan.

Jika pakar pajak sudah memiliki sertifikat tersebut artinya kinerja yang dimiliki sudah dijamin baik dan berkualitas. Pihak DJP dan instansi terkait tentu memberikan pelatihan dan juga tes sesuai dengan standar konsultan pajak yang ada. Oleh karena itu konsultan pajak bersertifikat kinerjanya tidak perlu diragukan lagi.

Bingung Soal Pajak? Hubungi Jasa Konsultan Pajak di Nomor Whatsapp : 081350882882

3. Tergabung dalam Asosiasi Konsultan Pajak

Konsultan pajak yang baik juga memiliki ciri lain yaitu bergabung atau menjadi anggota Asosiasi Konsultan Pajak. Mengapa hal ini penting, sebab pakar pajak yang menjadi anggota asosiasi tersebut artinya sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi serta kualitas kerjanya tidak perlu diragukan lagi.

Dalam asosiasi yang didirikan DJP tersebut memang menampung semua konsultan pajak resmi dan sudah profesional. Untuk bisa membuktikan kalau konsultan pajak terkait memiliki kinerja baik atau tidak bisa melihat track recordnya melalui asosiasi itu sendiri.

4. Memiliki Review Bagus

Ciri selanjutnya adalah review positif dan baik dari klien yang pernah dibantu menyelesaikan masalah pajaknya. Setiap klien pasti akan memberikan komentar atau review setelah selesai menyelesaikan masalah pajak dengan bantuan konsultan pajak.

Review atau komentar tersebut biasanya dicantumkan pada halaman atau situs resmi konsultan pajak terkait maupun media sosialnya. Hal ini memudahkan para klien lain untuk mencari referensi dan menjadikan review tersebut sebagai bahan pertimbangan.

5. Pelayanan yang Lengkap

Masalah pajak ada beragam sehingga perlu penyelesaian yang beragam pula sesuai dengan kondisinya. Ini sudah menjadi tugas konsultan pajak untuk mencarikan solusi terbaik pada setiap masalah pajak yang dihadapi oleh klien.

Untuk itu carilah konsultan pajak yang menawarkan atau menyediakan layanan pajak lengkap agar bisa mendapatkan pelayanan secara maksimal. Semakin lengkap jenis layanannya semakin bagus citra konsultan pajak tersebut.

Bingung Soal Pajak? Hubungi Jasa Konsultan Pajak di Nomor Whatsapp : 081350882882

Kesimpulan

Jadi disini pajak penjualan saham adalah salah satu jenis pajak yang diterapkan khusus untuk pengalihan atau penjualan saham saja. Untuk pembelian saham tidak ada pajak yang diterapkan. Untuk bisa mengatasi masalah pajak dalam proses pengalihan saham ada baiknya menggunakan bantuan dari Proconsult.id selaku konsultan pajak terpercaya dan profesional di Indonesia.

Proconsult.id sudah berpengalaman dan menguasai dengan baik segala persoalan pajak khususnya pajak penjualan saham. Selain itu layanan yang ditawarkan oleh Proconsult.id sangatlah lengkap, jadi WP bisa menyelesaikan masalah pajak apa saja bersama Proconsult.id.

Pelayanan profesional yang memuaskan serta tarif yang relatif terjangkau membuat Proconsult.id ini layak untuk dijadikan partner dalam menyelesaikan dan mengurus masalah perpajakan Anda. Segera hubungi kontak resminya yang tertera di situs resmi Proconsult.id.