Akuntansi Pajak: Pengertian, Contoh, Tugas dan Tujuan

Berbicara tentang pajak maka tidak bisa dilepaskan dari istilah akuntansi pajak. Akuntansi pajak merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam pembuatan laporan perpajakan. Jadi, sebagai wajib pajak setelah melakukan pembayaran pajak harus membuat laporan perpajakannya.

Proconsult

Perlu diketahui juga jika akuntansi perpajakan memiliki peran yang sangat penting dalam perhitungan pajak yang berguna untuk mendapatkan hasil penghitungan pajak yang benar dan lebih akurat. Oleh karena itu, sebagai wajib pajak Anda harus mengerti dan memahami akuntansi pajak.

Konsultasi Pajak? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Bagi Anda yang sudah berpengalaman berkecimpung di dunia perpajakan pasti sudah sangat mengerti mengenai hal ini. Akan tetapi, bagi orang awam tentu belum begitu memahaminya. Nah, dibawah ini akan dijelaskan dengan lengkap mengenai akuntansi perpajakan, mulai dari pengertian hingga tujuannya.

Apa Itu Akuntansi Pajak?

Akuntansi Pajak Adalah

Sumber foto : Bussines.co.id

Akuntansi pajak adalah pencatatan dan penyusunan laporan transaksi keuangan untuk mengetahui besaran pajak yang harus dibayarkan. Secara sederhana, pengertian akuntansi perpajakan adalah sebuah kegiatan pencatatan keuangan pada sebuah badan usaha, perusahaan atau lembaga untuk mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Definisi akuntansi perpajakan menurut Muljono adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan perhitungan perpajakan yang mengacu pada peraturan, undang-undang dan juga aturan pelaksanaan perpajakan.

Pengertian akuntansi perpajakan selanjutnya adalah cabang dari ilmu akuntansi yang membahas segala hal tentang pencatatan dan penyusunan laporan semua transaksi keuangan dalam mengetahui besarnya pajak yang harus dibayar.

Prinsip Akuntansi Perpajakan

Inilah beberapa prinsip penting yang digunakan untuk menghasilkan perhitungan yang tepat untuk akuntansi perpajakan. Berikut prinsip-prinsip tersebut:

Baca Juga : Jasa Konsultan Akuntansi dan Pajak | Tips Memilih Akuntan Pajak

1. Kesatuan

Setiap perusahaan merupakan satu kesatuan ekonomi yang tidak bisa disatukan dengan entitas ekonomi lainnya. Contohnya seperti pemilik perusahaan atau lembaga lain yang secara hukum tidak memiliki hak.

2. Historis

Dalam prinsip akuntansi pajak ini mewajibkan pencatatan keuangan yang real time terhadap pembiayaan aset ataupun barang lainnya.

3. Pengungkapan Penuh

Pencatatan aktivitas keuangan harus dilakukan dengan informatif dan juga detail. Setiap pencatatan keuangan secara detail akan sangat membantu. Oleh karena itu, tambahkan catatan kaki atau lampiran penting sebagai referensi.

4. Konsistensi

Prinsip akuntansi perpajakan berikutnya yaitu sebagai konsistensi. Sebagai konsistensi perusahaan yang menunjukkan bahwa metode pembukuan yang digunakan perusahaan tidak boleh diubah dalam jangka waktu tertentu atau singkat.

5. Kontinuitas

Prinsip akuntansi perpajakan sebagai kontinuitas artinya adanya gambaran bahwa perusahaan tidak akan dibubarkan atau terus bisa melanjutkan kegiatan ekonominya di masa yang akan datang.

Klasifikasi Pajak dalam Akuntansi Perpajakan

Proconsult

Setelah mengetahui prinsip akuntansi pajak, Anda juga perlu tahu klasifikasi pajak dalam akuntansi perpajakan. Berikut ini klasifikasi akuntansi perpajakan beserta penjelasannya:

1. Pajak Langsung

Pajak langsung adalah pajak yang dikenakan berdasarkan jumlah penghasilan dan juga kekayaan yang dimiliki. Untuk besaran pajaknya sudah diatur dalam Undang-Undang perpajakan. Pembayaran pajak langsung harus dibayar oleh wajib pajak secara langsung. Hal ini berarti pembayarannya tidak boleh diwakilkan ataupun dibebankan kepada orang lain.

Konsultasi Pajak? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

2. Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung adalah pajak yang dibayarkan saat terjadi sebuah transaksi keuangan. Pembayaran pajak tidak langsung bisa dibebankan atau dipindahkan kepada orang lain. Contohnya saat membeli suatu produk di supermarket, biasanya harga yang dibanderol sudah termasuk pajak.

Contoh Akuntansi Perpajakan

Proconsult

Setelah mengetahui pengertian akuntansi perpajakan, Anda perlu untuk memahaminya. Supaya bisa dengan mudah untuk memahaminya yaitu menggunakan cara menghitungnya. Perlu diketahui jika sebelum menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan, ada banyak variabel yang harus dilengkapi.

Misalnya, untuk menghitung pajak terutang, maka perlu terlebih dahulu diketahui berapa jumlah setoran pajak penghasilan (PPh) karyawan, berapa jumlah wajib pajaknya dan berapa penghasilan kena pajak (PKP). Dalam menghitung pajak terutang, Anda bisa menggunakan rumus:

25% x PKP = PPh Usaha

PPh Badan – PPh – PPh Pasal 23 = utang pajak

Contoh :

Cinta Sejahtera memiliki penghasilan kotor sekitar Rp 70 miliar rupiah dengan PPh sekitar Rp 2 miliar dan PPh Pasal 23 sebesar Rp 1 miliar rupiah. Untuk pengeluarannya sebesar Rp 42 miliar rupiah. Untuk mengetahui besaran PKP perusahaan, kurangi penghasilan kotor dengan pengeluaran:

PKP PT Cinta Sejahtera : Penghasilan – Pengeluaran

: Rp 70 miliar – Rp 42 miliar

: Rp 28 miliar

Jadi, pajak terutang PT Cinta Sejahtera adalah :

25% x PKP = PPh usaha

25% x Rp 28 miliar = Rp 7 miliar

PPh Badan – PPh – PPh Pasal 23 = utang pajak

Rp 7 miliar – 2 miliar – 1 miliar = 4 miliar

Konsultasi Pajak? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Tugas Akuntansi Perpajakan

Tugas Akuntansi Pajak

Sumber foto : Frontera.net

1. Untuk Membangun Kesadaran Pajak bagi Wajib Pajak

Tugas akuntansi pajak yang pertama yaitu untuk membangun kesadaran pajak bagi wajib pajak. Adanya akuntansi perpajakan diharapkan bisa membuat sadar perusahaan atau badan usaha akan kewajibannya dalam membayar pajak.

2. Untuk Melindungi Hak Penerimaan Negara

Akuntansi perpajakan juga memiliki tugas sebagai pelindung hak penerimaan negara. Tugas ini sangat diharuskan karena setiap perusahaan atau badan usaha harus memberikan laporan kekayaannya kepada dirjen pajak secara transparan dan akurat.

Tujuannya karena setiap uang yang diterima negara dari perorangan atau badan usaha berguna untuk pembangunan negara menuju perkembangan bangsa yang lebih baik lagi.

3. Sebagai Penyajian Bahan Evaluasi

Sebagai penyajian bahan evaluasi, laporan akuntansi akan selalu menjadi arsip penting yang nantinya bisa dijadikan sebagai pembanding di masa mendatang. Selain itu, juga bisa dijadikan sebagai bahan bukti tertulis berupa laporan keuangan yang diterbitkan secara resmi oleh perusahaan atau badan usaha dalam pasar global keuangan.

4. Sebagai Alat Analisis dan Prediksi

Tugas ini berarti perusahaan atau badan usaha sudah memiliki rancangan perkiraan besarnya biaya pajak untuk tahun depan. Hal ini diharapkan membuat perusahaan atau badan usaha bisa menyisihkan dana agar membayar pajak tepat waktu.

Baca Juga : Apa Itu Konsultan Akuntansi? Ini Tugas dan Harga Jasa Terbaru

Fungsi Akuntansi Perpajakan

Inilah beberapa fungsi akuntansi pajak:

1. Strategi

Fungsi akuntansi perpajaakn yang pertama adalah strategi untuk perencanaan perpajakan masa depan yang berasal dari data pembayaran pajak dan juga menjadi bahan penilaian kinerja perusahaan selama periode sebelumnya.

2. Publikasi

Fungi selanjutnya yaitu sebagai publikasi atau laporan keuangan ketika ada investor. Adanya laporan pajak yang tersusun dengan baik, maka perusahaan dinilai memiliki performa yang baik juga.

3. Analisis

Akuntansi perpajakan juga berfungsi sebagai bahan analisis untuk mengetahui jumlah pajak yang menjadi tanggungan perusahaan di waktu yang akan datang. Hal ini berguna untuk memudahkan perusahaan dalam mengurus pajaknya.

4. Pembanding

Fungsi akuntansi pajak yang terakhir adalah sebagai pembanding. Dalam hal ini maka akuntansi perpajakan bisa menjadi dokumentasi perpajakan setiap tahunnya yang kemudian bisa digunakan sebagai pembanding untuk mengetahui riwayat perkembangan keuangan suatu perusahaan.

Tujuan Akuntansi Perpajakan

Proconsult

1. Perlindungan Terhadap Hak Negara

Tujuan akuntansi pajak ini didasari pada bagian fiskus serta negara yang menerima hak pajak tersebut. Suatu negara memiliki hak untuk bisa mendapatkan informasi tentang kemampuan sebuah perusahaan yang berdiri di negara tersebut.

Selain itu, wajib pajak akan mendapatkan perhitungan yang tepat sehingga bisa memenuhinya dengan mudah. penghitungan tersebut akan mengesampingkan estimasi ataupun perkiraan dan juga memberikan gambaran pasti.

2. Memberikan Analisis dan Prediksi Tentang Potensi Pajak Berikutnya

Salah satu keuntungan yang didapatkan wajib pajak dari akuntansi perpajakan adalah analisis dan juga potensi besaran pajak yang akan dibayarkan di masa mendatang. Ini tentu akan memudahkan wajib pajak dalam mengalokasikan sumber dana untuk akomodasi pembayaran pajak tersebut. Gambaran yang diberikan dalam analisis akuntansi perpajakan ini akan memberikan dampak positif untuk mempersiapkan pembayaran pajak.

3. Penyusunan Strategi Serta Perencanaan Pajak

Tujuan akuntansi perpajakan selanjutnya yaitu untuk memastikan strategi dan pola perencanaan yang tepat agar bisa memenuhi akomodasi pembayaran pajak. Tujuan ini akan memberikan dampak besar bagi sebuah perusahaan atau badan usaha.

Alasannya karena nantinya perusahaan atau badan usaha bisa menghitung kemampuan perekonomian usaha tersebut untuk bisa melunasi beban pajak miliknya. Jadi, pengelola perusahaan atau badan usaha bisa mengetahui bagian mana saja yang bisa meringankan beban pajak dan jumlah pajak yang harus dibayarkan.

4. Penerapan Proses Akuntansi

Penerapan proses akuntansi ini meliputi pencatatan, pengakuan dan juga perhitungan terhadap pajak yang dimiliki. Bagai perusahaan ataupun perusahaan, penyajian data dilakukan dalam sebuah bentuk laporan, baik itu secara fiskal ataupun komersial.

5. Proses Evaluasi

Setiap laporan akuntansi yang dibuat akan diarsipkan atau disimpan sebagai salah satu dokumen penting pembanding. Informasi inilah yang nantinya dibutuhkan untuk memberikan perbandingan terhadap satu periode dengan periode lainnya.

Konsultasi Pajak? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Konsep Dasar Akuntansi Perpajakan

Konsep Dasar Akuntansi Pajak

Sumber foto : Thebalancemoney.com

Konsep akuntansi pajak adalah pada sistem ekonomi atau pasar terbuka terdapat empat sektor yang bisa dijabarkan sebagai berikut:

  1. Sektor rumah tangga, meliputi perseoranga atau pekerja.
  2. Sektor bisnis, meliputi perusahaan atau penghasil laba.
  3. Sektor negara, meliputi pemerintah selaku pemangku kebijakan.
  4. Sektor internasional, meliputi pelaku kegiatan ekonomi luar negeri (ekspor dan impor).

Di dalam empat sektor tersebut terdapat pembagian kerja pada masing-masing sektor. Meningkatnya produktivitas pada empat sektor tersebut bisa mempengaruhi jalannya roda ekonomi pada sektor-sektor yang lain. Contoh, jika konsumsi rumah tangga naik maka pendapatan perusahaan atas penjualan produk akan naik.

Pada implementasi akuntansi perpajakan terdapat dua jenis laporan keuangan, yaitu laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Laporan keuangan komersial adalah laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar-standar pada prinsip akuntansi yang berlaku (PSAK dan IFRS) dan bersifat netral atau tidak memihak.

Sedangkan laporan keuangan fiskal adalah laporan keuangan yang disusun untuk kepentingan perpajakan. Dimana penyajiannya harus sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Ada beberapa konsep untuk membandingkan laporan keuangan komersial dan fiskal, antara lain:

Baca Juga : Kegunaan Teknologi Informasi Bagi Bidang Akuntansi

1. Konsep Pendapatan atau Penghasilan

Menurut akuntansi pendapatan (revenue) dan penghasilan (income) berbeda. Sedangkan dalam akuntansi perpajakan adalah penghasilan.

2. Konsep Beban atau Biaya

Menurut akuntansi adalah penurunan manfaat ekonomi pada periode akuntansi. Sedangkan menurut akuntansi perpajakan adalah sebagai biaya untuk mendapatkan penghasilan.

3. Konsep Metode Perhitungan Persediaan

Menurut standar akuntansi keuangan terdapat tiga rumus yaitu FIFO, LIFO dan Average. Sedangkan menurut UU perpajakan hanya ada dua metode yaitu FIFO dan Average.

4. Konsep Metode Penyusutan

Menurut laporan keuangan komersial ada tiga yaitu metode lurus, jumlah unit dan juga saldo menurun. Sedangkan menurut ketentuan perpajakan UU no 36 tahun 2008 pasal 11 yaitu metode garis lurus dan juga metode saldo menurun.

Kesimpulannya yaitu laporan keuangan fiskal memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan komersial. Alasannya karena laporan keuangan komersial hanya tunduk pada ketentuan standar akuntansi. Sedangkan laporan keuangan fiskal tunduk pada ketentuan negara atau pemerintah terkait peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Tips Memilih Jasa Akuntansi Perpajakan

Proconsult

Supaya Anda bisa dengan mudah memahami akuntansi perpajakan beserta cara menghitungnya, Anda disarankan untuk menggunakan jasa akuntansi pajak. Berikut ini beberapa tips memilih jasa akuntansi perpajakan:

1. Memiliki Izin Praktik

Jika Anda sedang mencari jasa akuntansi perpajakan terbaik, disarankan untuk memilih yang sudah memiliki izin praktik. Ini dikarenakan tidak semua jasa akuntansi perpajakan memiliki izin praktik dari DJP. Jasa akuntansi perpajakan yang sudah memiliki izin praktik bisa dibilang sudah profesional dan beroperasi secara legal. Jika sudah begini maka kinerjanya berada dalam pengawasan DJP.

2. Cari yang Sudah Berpengalaman

Mengingat pembuatan laporan keuangan perpajakan itu cukup rumit, Anda sebaiknya mencari jasa akuntansi perpajakan yang sudah berpengalaman. Hal ini dilakukan supaya pelaporan pajak bisa dibuat dengan benar, detail dan real. Selain itu, juga untuk mencegah adanya kesalahan. Pastikan jasa yang dipilih sudah membantu banyak klien mengurusi pajak dan laporan keuangan dalam waktu yang cukup lama.

3. Pilih Jasa Akuntansi Pajak yang Bisa Dijadikan Partner

Perlu diketahui jika perusahaan atau badan usaha akan bergelut dengan pajak selama perusahaan masih beroperasi. Artinya Anda menjalin kerja sama dengan jasa akuntansi perpajakan untuk membuat laporan pajak dalam jangka waktu yang lama. Terlebih laporan pajak harus dibuat secara rutin.

Mengingat hubungan kerja sama yang dijalin cukup lama maka Anda harus memilih jasa akuntansi perpajakan yang bisa dijadikan partner. Hubungan yang terjalin baik, terbuka serta saling percaya tentu akan membuat kerjasama menjadi lebih erat dan saling menguntungkan.

4. Pilih yang Berkomitmen Tinggi

Anda juga harus mencari jasa akuntansi perpajakan yang bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga kerahasiaan dan privasi pekerjaannya. Jasa akuntansi perpajakan yang berkomitmen tinggi pasti bisa dipercaya untuk tidak membocorkan informasi penting milik perusahaan kepada orang lain dengan alasan apapun.

5. Pilih yang Memiliki Rekam Jejak yang Bagus

Tips berikutnya yaitu Anda harus memilih jasa akuntansi perpajakan yang memiliki rekam jejak yang bagus. Anda bisa mengetahui informasi mengenai hal ini dari klien yang pernah menggunakan jasanya. Jasa akuntansi perpajakan yang baik tidak akan pernah menyarankan kliennya untuk melakukan penggelapan pajak meski itu menguntungkan. Penggelapan pajak sangat berisiko karena jika ketahuan Anda akan berurusan dengan hukum dan bisa dipenjara.

6. Memastikan Kualifikasi Kemampuannya Sesuai

Jasa akuntansi perpajakan yang bekerja dalam bidang jasa berarti harus memiliki dokumen yang di dalamnya memperlihatkan kemampuanya. Dimana jasa konsultan pajak tersebut harus memiliki sertifikat keahlian. Sertifikat keahlian merupakan dokumen yang membuktikan kualifikasinya. Ada beberapa tingkatan sertifikat yang mana masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Konsultasi Pajak? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Kesimpulan

Nah itulah informasi lengkap mengenai akuntansi pajak mulai dari pengertian, contoh, tugas dan tujuan. Dari penjelasan diatas diketahui jika akuntansi pajak itu sangat penting karena membantu pemilik usaha dalam membuat laporan perpajakannya. Selain itu, ada banyak juga memiliki banyak tugas dan fungsi yang tentunya sangat berguna.

Jika Anda ingin mencatat dan menyusun laporan keuangan untuk mengetahui besaran pajak yang harus dibayarkan, disarankan untuk menggunakan jasa akuntansi pajak. Dalam hal ini Anda direkomendasikan untuk menggunakan jasa Proconsult.id. Proconsult.id merupakan jasa akuntansi pajak yang sudah profesional, pengalaman dan terpercaya.

Proconsult