Banyak sekali hal yang perlu diketahui oleh seseorang yang ingin menjalankan bisnis. terlepas dari standar, mutu, kualitas dan perkembangannya. Sistem transaksi keuangannya pun juga harus diketahui dengan baik. Oleh karena itu, pengeluaran kas dan pemasukannya harus diatur dan dikelola dengan baik. Untuk lebih jelasnya, hubungi konsultan pajak Jakarta dan instagram @alberthmandau.
Pengeluaran kas sendiri merupakan salah satu istilah yang berkaitan erat dengan akuntansi. Istilah ini merujuk pada penggunaan sejumlah dana yang harus dikeluarkan oleh suatu perusahaan atau bisnis. Dalam implementasinya, kas yang dikeluarkan juga memiliki alur prosedur dan dokumennya tersendiri.
Cari Jasa Akuntansi? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882
Lalu seperti apa alur prosedur, dokumen, dan contohnya? Supaya lebih jelas, yuk simak informasi lengkapnya berikut ini!
Pengeluaran Kas Adalah

Terdapat hal mendasar yang perlu Anda ketahui. Hal tersebut adalah pengertian dari kas tersebut. Baridwan (2008) mengartikan definisi dari kas adalah sebuah alat pertukaran yang bisa diterima dalam melakukan pelunasan utang maupun pembayarannya.
Selain itu kas tersebut juga dapat disetorkan pada pihak bank maupun disimpan pada lembaga penyimpanan dana yang lain. Hal tersebut memungkinkan untuk kas tersebut bisa dipakai maupun diambil lagi ketika dibutuhkan sewaktu-waktu.
Lalu apa itu Pengeluaran Kas? Pengertian Pengeluaran Kas adalah kumpulan uang atau nilai, yang nantinya perlu dikorbankan oleh suatu perusahaan. Hal ini bertujuan dalam melakukan mendapatkan suatu jasa atau barang, yang sangat dibutuhkan bagi perusahaan sebagai penunjang dalam kegiatan operasionalnya.
Namun meski sering disebut sebagai pengeluaran kas, faktanya di lapangan istilah tersebut akan merujuk pada semua jenis transaksi secara umum. Dimana didalamnya akan ikut serta melibatkan beberapa akun kas, yang setara seperti kas cek dan cek. Sehingga akan ada banyak sekali fungsi penting dari pelaksanaannya. Pada konteks bisnis terutama.
Pengeluaran kas adalah salah bagian dari arus kas. Dimana dalam prosesnya perlu dilakukan pencatatan dan dibukukan secara rapi dan teratur sesuai dengan periode waktu tertentu. Sebagai contoh adalah tahuan atau kuartal. Dimana hal ini akan digunakan oleh pihak manajemen sebagai alat dalam melakukan pengendalian secara internal.
Selain itu dalam mempelajarinya, Anda juga perlu belajar tentang sistem akuntansinya. Hal tersebut adalah dua hal yang akan saling berkaitan satu sama lain. Sehingga Anda juga perlu mengetahui pengertian dari sistem akuntansi Pengeluaran Kas.
Baca Juga : Informasi Akuntansi Adalah: Manfaat, Kualitas dan Pemakai
Menurut pendapat dari Soemarno (2002) dalam salah satu bukunya menjelaskan pengertian dari sistem kas. Penjelasan dari sistem akuntansi pengeluaran pada kas pada dasarnya didefinisikan sebagai salah satu organisasi formulir, laporan beserta catatan. Hal tersebut dibuat untuk melakukan berbagai kegiatan pengeluaran dalam beberapa bentuk. Baik itu menggunakan uang tunai maupun cek dan bertujuan untuk memudahkan setiap proses pengelolaan dan pembiayaan perusahaan.
Selain itu Yusuf (2001 : 174) juga ikut menjelaskan beberapa hal terkait sistem akuntansi pengeluaran tersebut. Dimana dalam sebuah sistem akuntansi pengeluaran akan termasuk pada sistem akuntansi pokok. Sedangkan jika dilihat dari beberapa kondisi pada objek pengeluaranpada kas, Anda dapat mengetahui beberapa fungsinya sebagai berikut:
1. Fungsi Kas
Dalam manfaat ini, pengeluaran pada kas akan digunakan untuk proses pertanggungjawaban dari pengisian cek, alat peminta otorisasi terhadap cek sera melakukan penyerahan cek kepada pihak pemegang dana kas skala kecil. Hal tersebut akan digunakan dalam proses pembentukan dana kas kedepannya. selain itu fungsi tujuannya juga dapat digunakan dalam proses pengisian kas kecil kembali.
2. Fungsi Akuntansi
Pengeluaran ini juga memiliki manfaat dalam fungsi akuntansi. Di dalam sistem dana kas skala kecil, fungsi akuntansi tersebut akan mempertanggungjawabkan beberapa hal penting, seperti:
- Proses pencatatan pengeluaran pada kas skala kecil, yang menyangkut persediaan dan biaya.
- Mencatat segala bentuk transaksi yang digunakan dalam pembentukan dana kas skala kecil.
- Melakukan pengisian kembali dan pencatatan kas dana kecil pada sebuah jurnal pengeluaran maupun register cek.
- Mencatat pengeluaran dana kas skala kecil ke dalam sebuah jurnal pengeluaran pada kas kecil.
- Sebagai alat dan bahan pada pembuatan bukti kas keluar, yang nantinya akan diberikan kepada pihak otorisasi fungsi kas. Dimana didalamnya akan mengeluarkan sejumlah cek dengan besarnya terdapat pada dokumen terkait.
- Fungsi lain dari kas akuntansi dalam untuk pertanggungjawaban dalam melakukan verifikasi keabsahan dan kelengkapan berbagai dokumen pendukung, yang nantinya dapat dipakai pada sebagai dasar dalam pembuatan bukti kas keluar.
3. Fungsi pada Pemegang Dana Kas Skala Kecil
Fungsi ketiga ini akan digunakan untuk bahan penyimpanan dana kas skala kecil dan mempertanggungjawabkannya. Selain itu, hal ini juga difungsikan untuk melakukan pengeluaran pada kas skala kecil, yang disesuaikan dengan otorisasi pada jabatan tertentu. Tentu saja hal tersebut akan disesuaikan dengan permintaan dan pengisian kas kecil kembali.
4. Fungsi Bahan Pemeriksaan Intern
Disini pengeluaran akan digunakan sebagai alat perhitungan dana kas skala kecil. Dimana prosesnya akan dihitung secara periodik dengan pencocokan pada hasil hitungannya berdasarkan pada catatan kas. Fungsi tersebut juga akan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban terhadap pemeriksaan secara mendadak pada saldo dana kas kecil, yang ada pada pemegang dana kas tersebut.
Alur Pengeluaran
Prosedur pengeluaran pada kas kecil adalah langkah-langkah yang harus ditempuh untuk pembuatan kas kecil. Tentu saja hal tersebut perlu dilakukan oleh pemegang dana tersebut dan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ada.
Sedangkan pada dasarnya prosedur pembuatan kas kecil tersebut terdiri atas empat tahapan utama. Dimana pertama adalah pembentukan, lalu permintaan, pertanggungjawaban dan ketiga adalah pengisian sejumlah dana kembali. Sedangkan agar lebih jelasnya anda dapat melihat penjelasannya dalam pemaparan di bawah ini:
1. Pembentukan
Hal ini merupakan keputusan mengenai berapa banyak nominal dari dana perusahaan, yang digunakan sebagai sebuah kas kecil. Pada dasarnya pihak yang bertanggungjawab melakukannya adalah manajer keuangan. Dalam proses pembuatannya tentu perlu disesuaikan dengan beberapa ketentuan bisnis. hal tersebut seperti pertimbangan pada perkiraan belanja dan pengeluaran lainnya.
2. Permintaan
Pada tahap kedua Anda akan mengetahui tentang permintaan. Hal ini termasuk tahapan dalam prosedur pengeluaran kas skala kecil. Disini akan erat kaitannya dengan kegiatan pemrosesan permintaan dana pada pihak, yang menginginkannya.
Selanjutnya untuk bukti permintaan, maka perusahaan perlu membuat sebuah formulir surat permintaan mengenai pengeluaran dana tersebut. Sedangkan formulir tersebut akan diisi oleh pihak yang membutuhkan lalu kemudian dapat diserahkan kepada pemegang dana.
Cari Jasa Akuntansi? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882
3. Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban termasuk salah satu prosedur wajib yang ada pada prosedur pengeluaran kas kecil. Tentu saja si pemakai dana perlu memastikan dengan seksama bahwa dirinya memiliki bukti dari pengeluaran tersebut. dalam hal ini bukti tersebut dapat berupa kuitansi pembayaran.
4. Pengisian Kembali
Kas kecil tersebut pada suatu waktu tentunya dapat habis. Sehingga dalam prosedur pengeluaran kas kecil juga termasuk proses pengisian kembali dana tersebut. Waktu pengisiannya perlu dilakukan tanpa perlu menunggu dana habis namun dalam tahapan dana kas hampir habis. Di bawah ini merupakan alur transaksi pada pengeluaran kas yang dapat Anda ketahui:
- Pengeluaran kas akan dimulai dari transaksi pembelian, yang dilakukan secara tunai, pembayaran biaya bisnis maupun pembayaran hutang.
- Selanjutnya alur transaksi pada pengeluaran uang kas akan dimulai dari penerimaan bukti mengenai adanya pembelian barang, yang telah dibawa oleh pihak supplier.
- Selanjutnya bukti dari pembelian tersebut akan dicocokkan kembali dengan salinan atau rangkapannya. Sedangkan ketika sudah sesuai maka proses selanjutnya adalah dengan pembuatan tanda bukti dari pengeluaran uang, baik yang dilakukan secara tunai maupun setoran bank.
- Kemudian supplier akan melakukan penandatanganan bukti pada pengeluaran uang tersebut.
- Langkah selanjutnya adalah proses pembayaran dengan memberikan uang tunai maupun cek.
- Terakhir adalah melalui penerimaan bukti transaksi, yang sebelumnya sudah ditandatangani oleh pihak supplier.
Dokumen

Mulyadi (2001 : 530) menjelaskan bahwa ada kelompok dokumen yang bisa dipakai pada sebuah sistem akuntansi pengeluaran kas. Pada dasarnya ketika menggunakan model kas kecil terdapat beberapa dokumen yang akan dibutuhkan. Dokumen tersebut adalah:
1. Faktur Pembelian
Faktur pembelian merupakan sebuah bukti yang dapat dibuat oleh perusahaan penjual lalu diberikan kepada pihak perusahaan lain yang berstatus sebagai pembeli. Tentu saja faktur pembelian tersebut akan dipakai sebagai bukti bahwa perusahaan telah menyelesaikan proses transaksi jual beli tersebut.
2. Faktur Pajak
Dokumen ini merupakan salah satu bukti pungutan pajak terhadap PKP atau pengusaha kena pajak. Sedangkan bukti tersebut akan diberikan kepada jenis transaksi pembelian maupun penjualan terhadap BKP serta JKP.
Baca Juga : Sistem Akuntansi di Indonesia, Ini Macam-Macam Jenisnya!
3. Nota Retur
Nota retur pada pembelian adalah contoh dari bukti kas keluar yang bisa digunakan sebagai tanda bukti adanya aktivitas pengembalian barang kepada penjual oleh pembeli. Secara umum hal ini dapat terjadi ketika produk terdapat cacat, kurang sesuai maupun tidak sesuai dengan kesepakatan.
4. Setoran Bank
Bukti setoran bank pada dasarnya bisa diperoleh ketika Anda selesai melakukan penyetoran bank. Secara umumnya pada dokumen ini pihak bank akan memberikan Anda satu buku, yang fungsinya untuk melakukan pencatatan transaksi perbankan pada perusahaan tersebut.
5. Bilyet Giro
Dokumen ini memiliki tujuan untuk penarikan sejumlah uang, yang berasal dari sejumlah nomor rekening pada pemilik giro kepada rekening tujuan. Selain itu proses pencairan giro tersebut juga hanya dapat dilakukan sesuai dengan waktu yang tertera saja.
Bukti
Bukti kas pengeluaran adalah keseluruhan dokumen pencatatan, yang bisa menunjukkan data mengenai pengeluaran sejumlah dana milik perusahaan. Sebagai contoh dari bukti pengeluaran kas tersebut adalah pembelian perlengkapan usaha seperti printer, mesin fotocopy, atk dan lainnya.
Sedangkan format dari bukti kas pengeluaran tersebut di dalamnya akan berisi beberapa keterangan dari perusahaan. Hal tersebut dapat berupa tanggal transaksi, nama jasa atau barang yang dipakai sampai dengan jumlah pengeluarannya. Selain itu dalam format bukti pengeluaran ini juga wajib dibubuhkan tanda tangan dari setiap pihak keuangan. Hal tersebut seperti manajer keuangan, direktur keuangan dan lainnya.
Kehadiran dari bukti kas pengeluaran ini sangat penting dalam setiap kegiatan transaksi perusahaan. Bahkan seluruh transaksi pengeluarannya juga wajib di catatan dan dibuktikan dalam bukti yang ada. Selain itu, bukti ini juga mencakup segala jenis transaksi yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Cari Jasa Akuntansi? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882
Contoh

Setelah mengetahui penjelasannya, Anda dapat mengetahui contohnya agar bisa lebih paham. Di bawah ini adalah contoh yang dapat Anda ketahui, yaitu:
1. Pengeluaran Kas Bagi Kegiatan Operasional Perusahaan
Beberapa contoh dari pengeluaran kas yang termasuk dalam tujuan kegiatan operasional perusahaan ini akan digunakan untuk kinerja perusahaan. Pada dasarnya dengan menggunakan pengeluaran tersebut bertujuan agar perusahaan tetap bisa beroperasi seperti seharusnya. Sedangkan untuk contohnya adalah :
- Pembelian bahan baku besar dan kecil, pembelian bahan baku untuk keperluan produksi maupun pembelian sparepart atau suku cadang pada sebuah mesin.
- Pembayaran tagihan operasional pada sebuah perusahaan, seperti air, listrik perusahaan maupun biaya tagihan pembayaran internet.
- Pembayaran gaji untuk staff, karyawan, direksi dan kru produksi pada sebuah perusahaan.
2. Untuk Tujuan Investasi
Perusahaan juga dapat melakukan pengeluaran ini untuk melakukan kegiatan investasi. Dimana kegiatan investasi tersebut juga harus tetap dilakukan dengan tujuan kelancaran dari perusahaan tersebut. Di bawah ini adalah beberapa kegiatan investasi yang dapat termasuk contoh untuk bagian ini, yaitu:
- Pembelian kendaraan atau transportasi baru, yang nantinya bisa digunakan untuk pengiriman barang maupun jasa perusahaan.
- Proses pembelian mesin baru untuk investasi jangka panjang dan target produksi yang lebih besar.
- Pembelian bangunan atau tanah, yang akan digunakan sebagai gedung baru maupun gudang penyimpanan dari hasil produksi perusahaan.
- Penanaman modal pada anak perusahaan, yang disetujui oleh semua pihak.
Tips Memilih Jasa Akuntansi
Persoalan akuntansi memang bukan hal yang rumit dan ada banyak sekali komponen yang harus diperhatikan. Tidak heran jika kemudian prosesnya akan terasa mudah jika Anda tidak familiar dengan pencatatannya. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena saat ini Anda bisa menggunakan bantuan jasa adli akuntansi.
Disini jasa akuntansi akan membantu anda dalam menyelesaikan segala urusan terkait dengan keuangan maupun transaksi perusahaan. Tentunya hal ini akan memudahkan proses dan kelancaran perusahaan tersebut. Meski demikian dalam memilih jasa akuntansi Anda juga tidak bisa melakukannya sembarangan karena tidak semua jasa bisa memberikan pelayanan dengan maksimal.
Agar tidak salah pilih, inilah beberapa tips yang bisa diterapkan saat memilih jasa akuntansi:
- Pastikan akreditasi dan kualitas kerjanya.
- Usahakan memilih jasa akuntansi berpengalaman.
- Ketahui jenis layanan yang disediakan.
- Pastikan penagihan dan biaya layanannya.
- Ketahui credential dari pihak jasa akuntansi tersebut.
Cari Jasa Akuntansi? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882
Kesimpulan
Pada dasarnya pengeluaran kas dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan suatu perusahaan. Terlepas dari hal tersebut kehadirannya tentu sangat penting untuk memastikan perusahaan tetap berjalan pada arusnya. Selain itu, hal ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk memantau dan mengantisipasi adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab pada perusahaan tersebut.
Meski saat ini Anda tidak paham terkait proses pelaksanaan pengeluaran kas, namun pencatatannya sangat penting dilakukan agar keuangan perusahaan bisa berjalan dengan baik. Solusi untuk membantunya, Anda bisa menggunakan jasa akuntansi terpercaya dan profesional. Hal tersebut tentunya akan lebih fleksibel dan efisien untuk perusahaan Anda.
Dalam hal ini, Proconsult.id adalah salah satu penyedia jasa akuntansi terbaik yang dapat Anda gunakan. Disini terdapat banyak sekali jasa ahli akuntansi yang dapat Anda pilih. Selain itu, seluruh tenaga di Proconsult.id merupakan jasa profesional, yang sudah banyak membantu dan menangani segala jenis persoalan dalam bisnis.

