proconsult website

Contoh Yurisdiksi Pemungutan Pajak di Indonesia

12 April 2024

yurisdiksi pemungutan pajak

Informasi yurisdiksi pemungutan pajak dan masalah pajak lainnya bisa menghubungi jasa konsultasi pajak Alberth Limandau Alikin, S.H di nomor 081350882882. Di dalam bidang perpajakan terdapat banyak sekali informasi yang harus dipahami. Sebab pajak menjadai salah satu unsur cukup universal. Maka dari itu dalam pelaksanaannya akan mencakup banyak sekali elemen yang bisa Anda perhatikan.

Proconsult

Salah satu informasi perpajakan yang sangat penting adalah contoh yurisdiksi pemungutan pajak. Meski tidak banyak yang membahasnya namun hal tersebut cukup penting bagi wajib pajak. Oleh sebab itu pastikan Anda memperhatikannya secaraa baik.

Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Yurisdiksi pemungutan pajak memiliki definisi yang perlu Anda perhatikan. Maka dari itu silahkan menyiimak penjelasannya di bawah ini:

Apa Itu Yurisdiksi Pemungutan Pajak?

Apa Itu Yurisdiksi Pemungutan Pajak?
Sumber foto : Bee.id

Menjadi wajib pajak membuat seseorang mempunyai banyak Sekali tanggung jawab. Dalam bidang perpajakan sendiri nantinya Anda harus mengenal berbagai istilah maupun pembahasan pajak. Tidak jarang wajib pajak juga dituntut untuk memahami informasi perpajakan secara lebih mendalam.

Sementara itu banyaknya pembahasan perpajakan juga membuat wajib pajak merasa kebingungan. Terlebih pajak menjadi salah satu instrument yang cukup kompleks. Bahkan di dalamnya terdapat banyak sekali informasi yang tentunya harus Anda perhatikan.

Salah satu informasi perpajakan yang pastinya sangat penting adalah mengenai yurisdiksi pemungutan pajak. Pastinya tidak banyak wajib pajak yang nantinya mengetahui informasi tersebut. Mengingat pembahasan yurisdiksi pajak biasanya juga menjadi pembelajaran perpajakan tingkat menengah sampai lanjut.

Yurisdiksi Pemungutan Pajak adalah sebuah batasan kewenangan yang daoat dilaksanakan oleh suatu negara. Hal tersebut sejalan dengan adanya upaya pemungutan pajak, yang dibebankan kepada warga negaranya. Tujuannya tidak lain adalah supaya pemungutan bisa berlangsung secara kontinu dan tidak memberatkan berbagai pihak.

Baca Juga : Perbedaan Pemotongan dan Pemungutan Pajak

Dalam hal ini Anda dapat mengetahui pengertian Yurisdiksi Pemungutan Pajak batasan wilayah atau daerah. Dimana hal tersebut akan menjadi batasan dalam pemberlakuan UU Perpajakan, yang tentunya disesuaikan pada dasar hukum yang berlaku.

Umumnya istilah yurisdiksi dalam pemajakan berasal dari bahasa Latin. Dimana ius, iuris yang memiliki ari sebagai hukum. Sementara itu dicere adalah berbicara. Sehingga dari sini dapat disimpulkan yurisdiksi pemajakan pajak sebagai kewenangan, yang dimiliki suatu negara dalam proses pemungutan pajaknya.

Sedangkan jika melihat dari artian yang lebih luas lagi yurisdiksi pemajakan merupakan hak pemajakan, yang dimiliki sebuah negara dan mampu diterima atau diperoleh warga negaranya. Baik dari penghasilan yang didapatkan di dalam negeri maupun luar negeri.

Indonesia merupakan sebuah negara yang berdaulat. Sehingga Indoensia juga mempunyai yurisdiksi kewenangan dalam mengatur berbagai kebijakannya. Hal tersebut termasuk dalam yurisdiksi pemajakan, yang berkenaan pada barang, orang maupun objek perpajakan dalam wilayah kekuasaannya.

Secara umum untuk yurisdiksi dalam pemungutan pajak sendiri terdapat 4 teori justifikasi legal terhadap hak pemajakan bagi sebuah negara. Hal tersebut meliputi beberapa teori, yang bisa Anda perhatikan di bawah ini:

Proconsult

1. Teori Empiris

Untuk teori kali ini juga sering disebut sebagai teori realistis. Disini menyatakan bahwa sebuah yurisdiksi tersebut akan setara terhadap kewenangan fisik atau yang disebut sebagai physical power.

Teori empiris digunakan sebagai alat dalam melaksanakan yurisdiksi terhadap harta serta orang dalam wilayah kekuasaan tersebut. Namun perlu diketahui juga bahwa secara empiris yurisdiksi pemajakan tersebut bukan semata-mata karena adanya kekuataan fisik saja.

Umumnya teori kali ini juga berdasarkan ketetntuan dalam perundangan. Sehingga pengenaan pajak tidak hanya terbatas pada wilayah territorial saja, namun juga meluas kepada orang yang ada di luar administrasi perpajakan sesuai ketentuan pajak.

2. Teori Retributif

Selanjutnya adalah teori etis atau juga disebut sebagai teori retributif. Berdasarkan teori tersebut Anda dapat mengetahui bahwa pemajakan adalah sebuah kontra prestasi maupun imbalan. Hal tersebut terkait pemanfaatan serta kemudahan, yang diperoleh pada suatu negara.

Teori retributif adalah sebuah aturan maupun norma, yang bisa diterima secara umum. Hal tersebut menyatakan bahwa perusahaan termasuk bagian dari komunitas ekonomis, yang menikmati manfaat ekonomis pada suatu negara. Sehingga nantinya wajib melakukan penyampaian komunitas, yang tersedia berbagai fasilitas perpajakan.

Teori tersebut menekankan bahwa manfaat ekonomis telah dinikmati seseorang sebagai sebuah justrifikasi pemajakan. Hal tersebut akan menggunakan asumsi bahwa keberadaan negara merupakan masalah cukup esensial dalam politis.

Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

3. Teori Kontraktual

Berikutnya adalah teori kontraktual yang menyatakan bahwa pemajakan menjadi bagian dari pembayaran. Hal tersebut terkait barang maupun jasa, yang diterima oleh negara dalam proses pemungutan pajak.

Teori kali ini berdasarkan pada asumsi bahwa kontrak (perjanjian tidak tertulis) diantara pemegang yurisdiksi pemajakan bersama subjek pajak. Sedangkan dalam berbagai hal teori kali ini juga sedikit kurang tepat jika dilihat hubungannya dengan consensus maupun kesepakatan antara dua belah pihak.

Teori kontraktual tersebut disebut sebagai penyimpangan terhadap kebebasan maupun kesukarelaan. Baik dari salah satu maupun dua pihak dalam proses perjanjian kontrak yang sebelumnya dimaksud.

4. Teori Soverenitas

Dalam teori kali ini menegaskan bahwa pemajakan menjadi sebuah bentuk dari pelaksanaan yurisdiksi. Disini juga dijelaskan bahwa yurisdiksi menjadi atribut atau kelengkapan atas soverenitas tersebut.

Sumber atas hak pemajakan juga disebut sebagai right to tax. Hal ini menjelaskan bahwa hak pemajakan berasal dari kedaulatan negara. Sebagai sebuah kebutuhan historis hak maupun kewajiban tersebut menjadi kebutuhan utama bagi sebuah negara. Nantinya semua aspek tersebut mampu melestarikan dan mengamankan keberadaan sebuah negara.

Sementara demi kebutuhan tersebut negara nantinya mempunyai hak dalam meminta kontribusi seperti pajak. Pemungutan tersebut akan diminta oleh siapa saja, yang berada di bawah kewenangan hukum perpajakan.

Tentunya teori soverenitas tersebut akan memberikan justifikasi dalam proses pemajakan. Dimana dalam prosesnya akan didasarkan pda keterkaitan politis seseorang dengan negara tersebut.

Contoh Yurisdiksi Pemungutan Pajak di Indonesia

Contoh Yurisdiksi Pemungutan Pajak di Indonesia
Sumber foto : Trierconsulting.com

Pembayaran pajak tentunya menjadi sebuah aktivitas, yang harus dilakukan oleh semua masyarakat. Bahkan kewajiban pajak juga menjadi salah satu tanggung jawab, yang harus dilakukan oleh setiap rakyat di seluruh dunia terhadap negaranya.

Pajak sendiri merupakan sebuah sumber pendapatan utama bagi sebuah negara. Nantinya dari dana perpajakan tersebut akan dipakai dalam pembiayaan pembangunan maupun meningkatkan kesejahteraan umum.

Penting bagi semua masyarakat untuk mengetahui bagaimana cara pembayaran pajak secara baik. Hal tersebut karena pembayaran pajak memiliki beragam alasan yang pastinya wajib Anda perhatikan. 

Dalam praktiknya nanti dana perpajakan mampu memperlancar proses usaha sekaligus meningkatkan kredibilitas bisnis sosial. Terutama bagi pemilik usaha yang memiliki NPWP Anda akan memperoleh beragam benefit ketika melaksanakan aktivitas pajak secara baik.

Sementara itu dalam penjelasan sebelumnya Anda telah mengetahui pengertian dari yurisdiksi pemungutan pajak. Dalam hal ini diketahui bahwa yurisdiksi pemungutan pajak akan mengacu pada pemberian wewenang kepada negara, untuk melakukan aktivitas pemungutan pajak terhadap warga negaranya.

Dalam pengenaan pajak tersebut juga diterapkan kepada subjek sekaligus objek pajak tertentu. Di dalam konteks perpajakan yang ada di Indonesia Anda akan mengenal beberapa contoh kewenangan, yang ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga : Asas Pemungutan Pajak yang Wajib Diketahui

Yurisdiksi pemungutan pajak dapat Anda lihat dari berbagai aspek tertentu. Berikut adalah yurisdiksi pemungutan pajak, yang berlaku di Indonesia, yaitu:

1. Domisili

Pertama adalah yurisdiksi pajak terkait domisili atau kedudukannya. Umumnya domisili juga sering disebut sebagai residence principle, yang dikatkan pada asal negara akan mengenaan pajak terhadap penghasilan, yang diterima maupun didapatkannya dari orang pribadi maupun badan.

Sementara itu asas kali ini mengacu pada orang yang memiliki kepentingan pajak sebagai orang pribadi merupakan penduduk dan berdomisili di sebuah negara. Sementara bagi wajib pajak badan adalah semua perusahaan, yang memiliki kedudukan di negara tersebut.

Berkaitan pada penjelasan tersebut tidak akan dipersolakan mengenai dari mana penghasilan, yang nantinya dikenakan pajak. Sehingga bagi sistem pengenaan pajak terhadap penduduknya akan menggabungkan asas domisili dan konsep atas penghasilan, yang diperoleh di negara tersebut maupun negara lainnya.

2. Sumber

Proconsult

Berikutnya adalah yurisdiksi pemunguntan pajak berkaitan pada sumber perpajakannya. Disini sebuah negara akan menganut asas terhadap sumber, yang akan dikenakan pajak terhadap penghasilan, yang diterima berasal dari sumber di dalam negeri.

Berkaitan pada asas kali ini tidak akan jadi persoalan terkai siapa maupun stausnya sebagai wajib pajak. Asalkan objek pajak timbul di negara ini maka wajib melakukan pembayaran pajak.

Contohnya ketika seorang tenaga kerja asing yang memiliki pekerjaan di Indonesia. Sehingga penghasilan tersebut akan dikenakan pajak oleh pemerintah negara di Indonesia.

3. Asas Kebangsaan

Hal ini juga sering disebut sebagai asas nasionalitas maupun kewarganegaan. Berdasarkan asa tersebut terdapat beberapa landasan dalam pengenaan pajak. Salah satunya terkiat status kewarganegaan yang dimiliki oleh wajib pajak badan maupun perorangan dalam memperoleh penghasilan.

Disini sistem pengenaan pajaknya akan dilandaskan pada asas nasionalitas. Sehingga pemerintah akan menggabungkan antara asas nasionalitas sekaligus konsep pengenaan pajak terhadap world wide income.

Tentunya berdasarkan beberapa yurisdiksi pemungutan pajak tersebut terdapat beberapa perpedaan dalam raanah principil. Hal ini terkait asas domisili, kependudukan maupun nasionalitasnya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa teori, yang nantinya digunakan dalam yurisdiksi pemungutan pajak. Nantinya asas tersebut akan dijadikan acuan bagi pemerintah sekaligus lembaga pemungutan pajak, untuk melakukan pemungutan sesuai kebutuhan perpajakannya.

Konsultasi Pajak Online? Hubungi Nomor Whatsapp : 081350882882

Tips Memilih Jasa Konsultasi Pajak Online

Tips Memilih Jasa Konsultasi Pajak Online
Sumber foto : Money.kompas.com

Jika melihat informasi diatas pasti banyak masyarakat, yang merasa kebingungan dengan pembahasannya. Terlebih informasi terkait yurisdiksi pemungutan pajak memang cukup sulit untuk dipahami. Meski demikian hal ini menjadi salah satu aspek penting dalam proses pelaksanakan kewajiban pajak.

Pajak memang menjadi salah satu sumber pendapatan utama dari sebuah negara. Sehingga tidak heran jika banyak sekali aturan dalam pelaksanaannya. Bahkan pemerintah juga menekankan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar pelaksanaan aktivitas perpajakan nantinya dapat terus berjalan secara baik.

Tentunya sebagai wajib pajak Anda juga harus siap dalam menjalankan semua kewajiban yang ada. Pastikan menjalankan semua aktivitas pajak sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Hal ini akan berperan penting dalam menjalankan kepatuhan perpajakan Anda.

Bagi Anda yang tidak memiliki pemahaman di dalam bidang perpajakan saat ini bisa mempercayakan semua kebutuhannya bersama konsultan pajak. Pihaknya merupakan tenaga profesional terpercaya, yang bisa diandalkan dalam berbagai kebutuhan pajak.

Konsultan pajak sendiri menjadi salah satu negara ahli, yang bisa membantu Anda dalam berbai kebutuhan pajak. Nantinya Anda dapat menggunakan jasa tersebut dalam berbagai kebutuhan.

Konsultan pajak juga sudah sejak lama dipercaya oleh masyarakat Indonesia, untuk membantu pelaksanaan pajaknya. Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa Anda wajib menggunakan jasa konsultan pajak tersebut.

Baca Juga : Cara Pemungutan Pajak yang Benar Menurut Undang-Undang

Bagi Anda yang ingin menggunakan jasa konsultan pajak tentunya bisa mulai memilih tenaga profesional terpercaya. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan dalam memilih tenaga konsultan pajak, yaitu:

1. Izin Praktik

Pertama silahkan untuk memilih tenaga konsultan pajak, yang memiliki izin praktik terbaik dan terpercaya. Izin praktik menjadi salah satu syarat penting, yang wajib dimiliki oleh seorang konsultan pajak.

Sementara itu jasa konsultasi pajak online merupakan perorangan maupun kelompok, yang nantinya mampu memberikan jasa konsultasi perpajakan kepada wajib pajak. Nantinya pekerjaan konsultasi pajak akan berkaitan dalam upaya pelaksanaan kewajiban dan hak dari wajib pajak secara baik.

Izin praktik menjadi dokumen resmi, yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan pajak. Hal ini juga termasuk kebutuhan pajak terpenting, yang harus terpenuhi lebih dulu agar tenaga profesional tersebut dapat membuka praktik.

Izin praktik sendiri menjadi dokumen yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Sebagai salah satu lembaga tinggi dalam bidang perpajakan tentu saja dokumennya akan memberikan jaminan legalitas tenaga secara baik.

2. Sertifikat

Jangan lupa untuk memperhatikan ada tidaknya sertifikat konsultan pajak. Umumnya sertifikat konsultan pajak menjadi salah satu syarat, yang harus dipenuhi oleh konsultan pajak. Hal ini menjadi salah satu syarat sah bagi seseorang ketika ingin menjadi konsultan pajak.

Melalui sertifikat konsultan pajak wajib pajak dapat mengetahui kualifikasi serta kemampuannya. Sementara itu setiap tenaga jasa nantinya akan mempunyai sertifikat berbeda-beda sesuai kemampuannya.

Sebelum memilih tenaga konsultasi pajak pastikan untuk memperhatikan jenis sertifikatnya lebih dulu. Sehingga Anda dapat memilih tenaga profesional, yang sesuai kebutuhan perpajakan.

3. Biaya

Setiap jasa perpajakan di Indonesia nantinya akan mempunyai tarif berbeda-beda sesuai rate yang ditentukannya. Biasanya penentuan tarif dari konsultan pajak tersebut juga cukup bervariasi. Umumnya perbedaan tarif dari konsultan pajak satu dengan lainnya berasal dari beberapa alasan, yaitu:

  • Domisili tempat konsultan pajak bekerja
  • Tempat wajib pajak berada
  • Jenis permasalahan pajaknya
  • Kompleksnya permasalahan pajak
  • Profesionalitas jasa
  • Jenis layanan yang digunakan
  • Dll

Anda dapat mengetahui bahwa ada banyak sekali faktor, yang menentukan tarif dari konsultan pajak. Oleh sebab itu pastikan Anda memilih tenaga jasa, yang memiliki tarif selaras dengan kemampuan finansial Anda.

4. Track Record

Terakhir pastikan pihaknya memiliki track record baik dan dipercaya oleh banyak clientnya. Informasi tersebut Anda temukan secara mudah di berbagai media baik internet maupun wawancara dengan client sebelumnya.

Informasi Kontak Jasa Konsultasi Pajak Online

ALBERTH LIMANDAU ALIKIN, S.H.

NIA : 01. 002683

SK Pengangkatan : 11.2682/SKEP-ADV/PPKHI/VIII/2022

Email : alberthmandau@gmail.com

Whatsapp : 081350882882

Facebook : https://web.facebook.com/alberth.alikin

Instagram : https://www.instagram.com/alberthmandau

Office : Jl. Ngagel Tirto II No. 44 Surabaya

Kesimpulan

Yurisdiksi pemungutan pajak dapat dikatakan sebagai sebuah asal yang menjadi dasar dalam pemungutan pajak. Dari asas tersebut nanti akan memiliki beberapa asas terkait bagaimana harunya pemungutan pajak berdasarkan wilayah tersebut dijalankan.

Umumnya asas pemungutan yurisdiksi juga dipakai sebagai pedomen dalam upaya pelaksanaan kebiajakn perpajakan tersebut. Oleh sebab itu sebagai wajib pajak Anda juga perlu memperhatikannya secara baik.

Dalam kaitannya pada pelaksanaan pajak memang tidak semua instrument diketahui oleh wajib pajak. Hal ini cukup wajar mengingat tidak semua wajib pajak memiliki latar belakang perpajakan. Maka dari itu untuk memudahkan masyarakat silahkan memakai jasa konsultan pajak.

Pihaknya menjadi tenaga profesional terbaik yang banyak dipakai oleh wajib pajak. Sejauh ini sudah banyak sekali masyarakat yang merasa terbantu ketika memakai tenaga konsultan pajak. Sementara itu konsultan pajak juga menjadi tenaga praktis yang nantinya bisa Anda gunakan.

Usahakan memakai tenaga konsultan pajak terbaik dan terpercaya. Oleh sebab itu gunakan konsultan pajak dari Proconsult.id yang sudah terbukti kualitas serta berbagai layanannya.

Proconsult

logo 2 pro consult id 2025

Article by proconsult website

Artikel diterbitkan oleh kontributor Proconsult.id.